Teknologi pintar Basarnas

Selasa, 28 Agustus 2018 16:58 Reporter : Muhammad Hasits
Teknologi pintar Basarnas CR Basarnas. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Namanya Medium Earth Orbit Local User Terminal atau MEOLUT. Inilah teknologi tercanggih dan paling mutakhir yang dimiliki Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Alat pintar yang mampu mendeteksi dini kecelakaan. Mendeteksi lokasi kecelakaan transportasi pelayaran dan penerbangan secara akurat dan realtime. Plus mempercepat response time operasi SAR.

Satelit MEOLUT didatangkan langsung dari Amerika Serikat. Alat ini untuk menggantikan low earth orbit local user terminal atau LEOLUT, sistem lama yang kurang cepat. LEOLUT tidak bisa bekerja realtime. Untuk mengetahui satu posisi bisa berjam-jam, bahkan sampai dua hari. Penyebabnya satelitnya tidak banyak.

Berbeda dengan MEOLUT, lebih canggih dan mutakhir alatnya. Satelitnya lebih banyak. Tidak lebih dari 5 menit sudah exactly posisi. Kecelakaan bermil-mil jaraknya dalam waktu cepat sudah diketahui posisinya. Banyak negara memiliki alat ini. Australia misalnya.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi memberikan contoh bagaimana kecanggihan MEOLUT. Jika ada kecelakaan kapal tenggelam di tengah laut, koordinatnya langsung terdeteksi. Data penunjang lain seperti informasi cuaca dan ketinggian gelombang juga langsung terbaca dalam sistem MEOLUT. Dan, secara otomatis sistem pintar ini bisa memerintahkan kantor SAR terdekat.

CR Basarnas 2018 Merdeka.com

Selain MEOLUT, Basarnas juga sebelumnya memiliki IMSAR. Semacam aplikasi monitoring dan pengawasan aktivitas kapal-kapal yang berlayar di wilayah lautan Indonesia. Fungsinya untuk mencari bantuan pertama dengan kapal-kapal terdekat saat ada insiden. Aplikasi ini bersumber dari data-data kemaritiman seperti Automatic Identification System (AIS) dan Long Range Identification and Tracking System (LRIT).

Kapal-kapal milik Basarnas sudah dilengkapi AIS atau VMS (vessel monitoring system). Termasuk kapal-kapal besar di atas 300 gros ton (GT). Setiap pergerakan kapal-kapal Basarnas terpantau secara realtime. Kecepatan kapal melaju, koordinat dan arah kapal. Sayangnya, kapal-kapal nelayan dan penumpang di Indonesia masih banyak yang tidak dilengkapi alat tersebut. Padahal, jika terjadi emergency alat tersebut dapat membantu tim SAR mencari lokasi lebih cepat. Setidaknya, kapal-kapal nelayan dilengkap dengan personal locator beacon (PLB). Harga PLB lebih murah dan terjangkau.

Data Basarnas

Basarnas juga memiliki pencatatan data yang detail. Ada SIMASDA, aplikasi yang menjadi alat untuk mempermudah pencatatan data musibah. SIMASDA juga sudah terintegrasi di kantor-kantor Basarnas di daerah. Data-data ini penting dan akurat untuk disampaikan ke masyarakat.

Setiap harinya, Basarnas menerima laporan 10-20 kejadian dari berbagai wilayah Indonesia. Laporan-laporan itulah tercatat dan tersimpan. Peristiwanya macam-macam, mulai dari orang tenggelam sampai terjepit. Selama terkait mengevakuasi korban jiwa itu menjadi tanggung jawab Basarnas sesuai UU 29 Tahun 2014.

CR Basarnas 2018 Merdeka.com

Penggunaan teknologi lainnya adalah tentang sistem informasi kesiapsiagaan. Basarnas melakukan kesiapsiagaan peralatan setiap hari. Itu semua dilakukan secara online.

Kesiapsiagaan sangat penting dalam menunjang pelaksanaan operasi pertolongan. Sistem ini membuat lebih cepat dan efektif.

"Karena saya punya filosofi bekerja itu cepat dan benar. Cepat dulu, bukan benar dulu," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi.

Respons cepat menjadi kunci utama Basarnas dalam bekerja. Tidak boleh lebih dari 30 menit harus sudah berangkat melakukan pertolongan.

Data, aplikasi dan alat-alat informasi teknologi yang dimiliki oleh Basarnas semua terintegrasi dalam SARKOR. Termasuk sistem MEOLUT. Semua terpantau dan terintegrasi. Kecepatan udara, cuaca di laut semua ditampilkan secara live. Sampai paling detail seperti memberikan informasi tentang kecelakaan yang membutuhkan pertolongan tentang kesehatan. Mencari rumah sakit terdekat.

Command Center

Letaknya di lantai 11 Gedung Badan SAR Nasional. Semua operasional Basarnas terpantau di sana. Ada lima layar jumbo terpampang. Tiap layar memiliki fungsi berbeda. Di situlah Command Center dijalankan.

Setiap layar lebar ada tim pengendali dan pemantauannya. Layar terkoneksi dengan layar kecil komputer yang dijaga 24 jam oleh tim Command Center. Pergerakan kapal di laut dan laporan kejadian di seluruh Indonesia sangat detail tercatat di layar monitor. Data dari sistem MEOLUT dan SIMASDA juga terpampang.

Command Center yang diresmikan pada awal 2016 itu seiring waktu mengalami banyak perubahan. Sudah dilengkapi sistem dan teknologi paling mutakhir untuk memudahkan koordinasi dan pelaksanaan operasi. Lebih cepat dan realtime.

Kebutuhan Basarnas

Alat baru yang perlu dimiliki Basarnas adalah kamera satelit. Kamera yang berada di angkasa dapat memotret seluruh wilayah Indonesia. Seperti google earth. Tapi kamera satelit lebih realtime. Jika Basarnas punya, dapat dimanfaatkan oleh institusi lain seperti TNI, Polri dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Bisa untuk memberantas illegal logging dan illegal fishing. Banyak fungsi dan manfaat dari kamera satelit.

CR Basarnas 2018 Merdeka.com



Harga kamera satelit tidaklah murah, sangat mahal. Satelit yang dipakai khusus. Bayangkan jika seluruh wilayah Indonesia terpantau. Alat ini bisa sekaligus menjadi pertahanan negara dari segala ancaman, termasuk digunakan untuk SAR.

Tidak hanya kamera satelit, Basarnas juga masih kekurangan helikopter. Total baru ada 9 unit. Angka ini sangat sedikit dibandingkan cakupan wilayah Indonesia. Transportasi udara sangat penting dalam SAR, lebih cepat sampai lokasi kejadian.

Tahun ini Basarnas telah memprogramkan pembelian 2 unit helikopter. Karena harganya mahal, sistem pembeliannya menggunakan anggaran multiyears. Kalau beli menggunakan anggaran tahun ini, uangnya tidak cukup.

Tak kalah penting adalah pengadaan kapal suplai. Semacam kapal induk. Idealnya panjang kapal 68 meter. Fungsinya kalau ada operasi di tengah laut yang jaraknya cukup jauh. Kapal yang dimiliki Basarnas sekarang panjangnya hanya 40 meter. Itu paling besar. Muatan kapal hanya mampu bawa bahan bakarnya 50 ton. Jika ada operasi di tengah laut, hanya mampu sekali karena tidak bisa tinggal lama.

Sedangkan kapal suplai dengan panjang 68 meter, daya tampungnya lebih besar. Kapal suplai mampu membawa bahan bakar 450 ton. Jadi bisa menyuplai 9 kapal. Kelebihan lainnya bisa didarati helikopter, muat membawa air bersih 100 ton dan dilengkapi alat Remote Underwater Vehicle (RUV) dan alat-alat canggih penunjang SAR lain. Semoga Basarnas ke depan punya alat itu semua. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Basarnas
  2. Highlight
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini