Tekan Stunting, Wapres Ma'ruf Dorong Ketersediaan Air Bersih dan Sanitasi

Sabtu, 26 Maret 2022 13:01 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Tekan Stunting, Wapres Ma'ruf Dorong Ketersediaan Air Bersih dan Sanitasi Krisis Air Bersih. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong upaya ketersediaan air bersih dan sanitasi bagi ibu hamil, bayi dan balita. Langkah itu dilakukan sebagai upaya penurunan stunting di Indonesia.

"Perlu menjadi evaluasi kita bersama, tren kenaikan cakupan layanan keduanya nyatanya masih perlu didorong secara intensif," kata Ma'ruf saat memberikan arahan dalam acara rapat kerja nasional III/2022, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) dalam saluran virtual, Sabtu (26/3).

Dia menjelaskan, dalam tiga tahun terakhir, cakupan air minum layak hanya naik sebesar 1,5 persen. Kemudian, sanitasi layak hanya naik 2,9 persen.

"Saat ini, rumah tangga dengan akses air minum layak baru mencapai 90,7 persen, dan akses terhadap sanitasi layak sekitar 80,2 persen," ungkapnya.

Pemerintah menyebut peningkatan akses air minum dan sanitasi layak menjadi prioritas dalam upaya mempercepat penurunan stunting di Indonesia. Wakil Presiden Ma’ruf Amin menargetkan akses rumah tangga terhadap air minum layak tercapai 100 persen, sedangkan akses rumah tangga terhadap sanitasi layak tercapai 90 persen pada 2024.

“Upaya ini diwujudkan melalui sinergi berbagai pihak, baik di pusat, daerah, dan desa, termasuk pelibatan para Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI),” ucap Wapres.

2 dari 2 halaman

Ma'ruf menuturkan kinerja penurunan stunting harus segera kita tingkatkan. Hal ini lantaran target penurunan stunting hanya memiliki sisa waktu dua tahun untuk mencapai target tahun 2024. Pemerintah menargetkan stunting turun hingga 14 persen pada hingga 2024.

Dia berharap rapat kerja ini menghasilkan rumusan dan rekomendasi kebijakan yang bermkna. Selain menjadi platform untuk mensinergikan program dan meningkatkan kapasitas HAKLI dalam upaya percepatan penurunan prevalensi stunting di Indonesia.

"Saya optimis, dengan kerja sama dan gotong royong di antara multiaktor, termasuk kalangan tokoh agama, insya Allah kita dapat menurunkan angka prevalensi stunting sesuai dengan target. Dengan demikian, kita bisa mewujudkan SDM Indonesia yang sehat dan unggul pada 2045, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia," imbuhnya. [ray]

Baca juga:
Wapres Ma'ruf: Total Kerugian Akibat Stunting Capai Rp300 T Setiap Tahun
Pencegahan dan Risiko Anak dari Stunting
Tekan Angka Stunting, Jokowi: Disiapkan Sebelum Pasangan Menikah
Jokowi Minta Calon Pengantin Disiapkan untuk Cegah Stunting
Jokowi 'Ultimatum' Kepala Daerah: Stunting Harus Turun Jadi 14% pada 2024

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini