Tebing Longsor, Pekerja Tambang Batubara di Berau Tewas Tertimbun

Senin, 29 Juli 2019 15:27 Reporter : Saud Rosadi
Tebing Longsor, Pekerja Tambang Batubara di Berau Tewas Tertimbun Ilustrasi mayat. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/forestpath

Merdeka.com - Pekerja kontraktor tambang PT Buma Site Lati, Ahmad Najib Khoeroni (28) tewas usai tertimbun galian tambang batubara di areal tambang batubara terbesar di Berau, Kalimantan Timur. Jenazahnya hari ini diterbangkan ke Jawa Tengah untuk dimakamkan.

Keterangan diperoleh merdeka.com, peristiwa itu terjadi Minggu (29/7) kemarin, sekitar pukul 16.00 WITA. Saat itu, sedang dilakukan proses muat tanah di sekitar tebing tanah yang digali dengan ketinggian 8 meter dan lebar lereng sekitar 30 meter.

Kemudian, Marga Susatiya (26), operator truk HD (Heavy Duty), melihat korban seorang foreman yang juga rekannya di kontraktor tambang PT Buma berada di bawah tebing. Saat proses muat material ke truk HD, Marga melihat Ahmad melompat dan berlari menghindari tebing yang akan longsor.

Namun nahas, Ahmad tidak bisa menghindar. Dia jatuh bersama tebing yang longsor dan tertimbun. Tim emergency bergegas melakukan proses evakuasi dan membawanya ke RSUD Abdul Rivai. Sekitar pukul 18.30 WITA, Ahmad Najib dinyatakan meninggal dunia.

"Benar kejadian itu, korban adalah karyawan kontraktor PT Buma. Kejadiannya di areal Berau Coal," kata Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono, dikonfirmasi merdeka.com, Senin (29/7).

Sigit menjelaskan, semua pihak yang berada di lokasi kejadian dimintai keterangan. "Masih kami dalami kejadiannya, kami hari ini gelar perkara. Jenazah korban rencananya hari ini diterbangkan ke Jawa Tengah," ujar Sigit.

Saat dikonfirmasi, Superintendent External Relation PT Buma Lati Rochmad Wahyudi, juga menbenarkan peristiwa yang terjadi di area tambang Pit West itu. Meski sudah dilakukan proses penyelamatan dan evakuasi oleh tim Emergency Response Group (ERG), korban dibawa ke RSUD Abdul Rivai. "Tapi korban tidak bisa tertolong," kata Rochmad.

Kecelakaan ini telah dilaporkan kepada Kepala Inspektur Tambang (KAIT). Investigasi mendalam bersama tim Inspektur Tambang segera dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan itu. Sekaligus memastikan tidak terjadi di masa mendatang.

"Manajemen dan seluruh pekerja berduka atas kecelakaan kerja ini," ujar Rochmad. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. Tanah Longsor
  2. Berau
  3. Kecelakaan Kerja
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini