TB Hasanuddin soal TNI ikut Dimas Kanjeng: Otaknya tidak dipake

Kamis, 6 Oktober 2016 14:31 Reporter : Rizky Andwika
TB Hasanuddin. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V Brawijaya, Mayjen TNI I Made Sukadana mengakui ada beberapa anggotanya yang menjadi pengikut Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin tak habis pikir dengan adanya anggota TNI yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng dan percaya uangnya dapat digandakan. Dia menilai Anggota TNI tersebut sudah tak lagi dapat berpikir dengan jernih.

"Itu otaknya tidak dipakai. Saya tahu itu siapa saja. Otaknya tidak dipakai. Kesimpulannya tidak ada untungnya, uangnya itu masuk ke Kanjeng Dimas," kata TB di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10).

Purnawirawan jenderal bintang dua ini meyakini anggota TNI tersebut sudah putus asa dalam mengejar materi. Sehingga, mengambil jalan pintas dengan menjadi pengikut Dimas Kanjeng.

"Ketika orang itu goyah dan mencari jalan solusi. Kalau meminta sama Allah juga panjang. Lalu pinjem duit ke Bank harus pakai bon maka logika dan kepintaran kita tergerus dengan arus pendek dengan cara mendatangi Dimas Kanjeng," ujarnya.

Seperti diketahui, selain menjadi pengikut, ada pula seorang anggota TNI Angkatan Udara (AU) di lingkungan Lapangan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan santri Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur, yang melibatkan pengasuhnya Taat Pribadi.

Oknum bernama Serka RD diduga ikut terlibat dalam pembunuhan berencana Abdul Gani oleh Taat Pribadi dan anak buahnya. [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini