Taufik Kurniawan Didakwa Terima Suap Rp 4,850 Miliar

Rabu, 20 Maret 2019 16:58 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Taufik Kurniawan Didakwa Terima Suap Rp 4,850 Miliar Sidang Wakil DPR RI, Taufik Kurniawan. ©2019 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR RI nonaktif Taufik Kurniawan menjalani sidang dakwaan perdana atas kasus menerima suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Purbalingga di Tipikor Semarang, Rabu (20/3). Taufik didakwa menerima suap proyek aliran dana APBD 2016 sebesar Rp 4,850 miliar.

Jaksa penuntut umum KPK, Eva Yustisiana dalam dakwaannya bahwa Taufik Kurniawan telah menerima uang dari eks Bupati Kebumen, Yahya Fuad, dan eks Bupati Purbalingga, Tasdi untuk mengupayakan penambahan DAK pada APBN perubahan masing-masing.

"Terdakwa terbukti menerima Rp 3,6 miliar dari Yahya, dan Rp 1,2 dari Tasdi total Rp 4,850 miliar," kata Jaksa KPK, Eva Yustisiana, Rabu (20/3).

Eva menambahkan, dalam pemberian uang, Taufik bersedia memperjuangkan penambahan anggaran untuk kedua wilayah tersebut dengan syarat dirinya mendapat komitmen fee sebesar 5 persen dari jumlah anggaran yang diusulkan oleh kedua Bupati tersebut.

"Buktinya aliran dana terendus KPK antara lain Kabupaten Kebumen mendapatkan anggaran tahun 2016 sebesar Rp 93,3 miliar. Sementara Kabupaten Purbalingga pada tahun 2017 mendapatkan Rp 40 miliar," imbuhnya.

Sebelumnya, Taufik Kurniawan ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menerima suap Rp 3,65 miliar dari Bupati Kebumen nonaktif Yahya Fuad. Menurut KPK bahwa duit itu diduga terkait dana alokasi khusus Kebumen pada APBN 2016.

Dia dianggap sebagai representasi daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah. Taufik merupakan politikus dari PAN yang jadi anggota DPR dari Dapil Jateng VII (Kebumen, Banjarnegara, Purbalingga). KPK juga menyatakan Taufik telah mengembalikan Rp 3,65 miliar terkait kasus ini.

Jaksa menjerat Wakil Ketua Umum PAN tersebut dengan Pasal 12 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan dengan Pasal 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Selain itu, Taufik juga dijerat dengan Pasal 11 pada undang-undang yang sama. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini