Tarmizi, bandar narkoba di Medan tewas ditembak polisi

Rabu, 23 Agustus 2017 00:03 Reporter : Yan Muhardiansyah
Tarmizi, bandar narkoba di Medan tewas ditembak polisi Rilis pengedar narkoba di Medan. ©2017 merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Polisi kembali melakukan tindakan tegas kepada bandar narkoba. Seorang tersangka kembali tewas diterjang peluru petugas. Tersangka bandar narkoba yang tewas yaitu Tarmizi M Yusuf alias Faisal.

"Tersangka kita beri tindakan tegas terukur karena melakukan perlawanan," kata Kombes Pol Hendrik Marpaung, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, dalam temu pers di depan kamar jenazah RS Bhayangkara Medan, Selasa (22/8) sore.

Tiga rekan Tarmizi yang bertindak sebagai kurir dan perantara juga berhasil diamankan. Ketiganya yaitu Raja Mangaliat Hutapea alias Pak Jess, Anton Sopian alias Adi, dan Riki Rezeki alias Crup.

Keempat tersangka disergap dalam satu operasi undercover buy di wilayah Sunggal, Medan, Senin (21/8). Dalam penangkapan itu, petugas menyita barang bukti berupa 2 bungkus teh Cina warna kuning berisi narkotika jenis sabu dengan berat 2 Kg. Selain itu, petugas juga mengamankan 6 unit ponsel, serta 1 unit mobil Pajero Sport hitam.

"Tersangka ini menggunakan modus yang mirip dengan tersangka yang juga kita beri tindakan tegas baru-baru ini. Mereka menggunakan mobil mewah untuk mengelabui petugas, namun kita mengetahuinya," jelas Hendrik.

Berdasarkan analisis yang dilakukan, sabu-sabu itu didatangkan dari Malaysia dan masuk melalui Aceh. Barang haram itu rencananya didistribusikan di Aceh, Medan dan Palembang.

Penyergapan bandar dilakukan setelah petugas cukup menganalisis bandar ini. Mereka akhirnya dapat melakukan penyamaran dan memesan sabu-sabu kepada Tarmizi. Pesanan itu melalui perantara dan kurir. "Namun tersangka cukup berhati-hati, dia terus menarik ulur waktu, sampai akhirnya dia datang untuk transaksi dan kita lakukan tindakan kepolisian," pungkas Hendrik.

Tersangka yang diamankan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana mati, pidana seumur hidup dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting yang hadir dalam temu pers itu menambahkan Polda Sumut berkomitmen tidak akan mundur dalam pengungkapan kasus narkoba. "Khusus bandar yang terkait jaringan internasional yang berusaha melawan petugas atau berusaha melarikan diri, Polda Sumut tidak akan ragu-ragu melakukan tindakan tegas dan terukur untuk menghentikan langkah mereka," sebutnya. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Penembakan Bandar Narkoba
  3. Medan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini