Tarik Wisatawan, Menparekraf Ingin Dekorasi Bandara Bernuansa Liburan

Kamis, 7 November 2019 14:59 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Tarik Wisatawan, Menparekraf Ingin Dekorasi Bandara Bernuansa Liburan Menparekraf Wishnutama. ©2019 Merdeka.com/Rasyid Ali

Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyebut bahwa arsitektur bisa berperan bagi pariwisata. Wisnu pun mencontohkan desain bandara yang bisa disulap menjadi unik dan tak melulu modern.

Hal itu disampaikan Wisnutama dalam diskusi Dialog Nasional Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (7/11).

"Arsitektur ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata sekalipun bukan hanya ekonomi kreatif, sehingga kita juga Indonesia juga jangan terlalu terjebak dengan segala sesuatu yang mesti modern," kata Wishnutama.

Menurutnya, dekorasi bandara harus memberi kesan tersendiri bagi pengunjung maupun turis. Wishnutama bosan dengan gaya bandara yang canggih.

"Saya lihat bandara bandara yang dibangun memang modern semua, tetapi menurut saya untuk pariwisata bandara itu harus lebih unik, harus ada perasaan yang 'oh saya lagi liburan nih' pada saat mendarat di bandara tersebut," ucapnya.

"Contoh (bandara) di Thailand Samui, atau bahkan kalau kita ke Orlando, moodnya benar benar mood holiday banget, mood yang terasa betul saya ini lagi liburan, bukan lagi harus construction, belalai yang ke pesawat. Enggak harus melulu seperti itu kok," sambungnya.

1 dari 1 halaman

Indonesia Tidak Dilirik Bila Tak Gunakan Konsep yang Berbeda

Menurutnya, arsitek bisa mengembangkan hal tersebut untuk daya tarik pariwisata. Serta bisa merekomendasikan ke pihaknya bahwa tidak melulu membuat konsep ultra modern.

"Justru kearifan lokal dengan mengkultur airport yang lebih asri, pasti orang bule akan apresiasi, karena bagi mereka orang luar melihat airport yang canggih itu hal yang biasa, kita harus menawarkan hal yang tidak biasa," ujarnya.

Dia menambahkan, hal tersebut perlu dilakukan guna menjadi tawaran Indonesia untuk dunia luar. Sebab, Indonesia tidak bisa dilirik bila tidak menggunakan konsep yang berbeda.

"Kalau kita tawarkan barang yang sama saja, sampai kapanpun kita akan dibandingkan, kita bikin airport secanggih apapun akhirnya yang dibandingin ke canggih lagi," tuturnya.

"Kita bikin kompetisi sendiri, keunikan, nah itu peran arsitek yang bisa memberikan first impression tersebut, tidak melulu harus serba look secanggih canggih itu bukan, tapi teknologi sistemnya tetap harus canggih," pungkas Wishnutama. [eko]

Baca juga:
Menteri Pariwisata Wishnutama Emosi dengan Birokrasi Berbelit
Sama-sama dari Dunia Televisi, Begini Koordinasi Wishnutama dan Angela Tanoesoedibjo
Kadin Ingatkan Pentingnya Pemanfaatan Bonus Demografi Raup Peluang di Era Digital
Wishnutama Minta Netflix Tambah Tayangan Lokal 20 Persen
Bertemu Masata, Wishnutama Siapkan Gebrakan untuk 'Music Tourism'
Jokowi Bentuk Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini