KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Target seluruh RI punya e-KTP, Mendagri minta petugas 'jemput bola'

Selasa, 1 Maret 2016 13:51 Reporter : Parwito
e-KTP. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menargetkan untuk membuat e-KTP terhadap penduduk di Indonesia tahun ini ada sebanyak 156 juta penduduk. Namun, target Kemendagri tersebut tidak sesuai dengan yang dinginkan dan hanya mencapai 152 juta.

Sehingga, Tjahjo Kumolo meminta kepada petugas pembuat e-KTP yang ada di Kelurahan, Kecamatan sampai di Kabupaten/ Kota untuk melakukan upaya 'menjemput bola'.

"Yang belum beres kita bereskan. Sekarang ini sudah 156 juta yang terdata. Dari 156 juta terdata itu, yang sudah punya e KTP baru 152 juta. Nah ini harus 'jemput bola'," ujar Tjahjo Kumolo usai menjadi Inspektur Upacara (Irup) Upacara Hari Ulang Tahun Pemadam Kebakaran (Damkar) ke 97 di Lapangan Pancasila, Kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah Senin (1/3).

Untuk itu, Tjahjo menyatakan pada tahun 2019 Kemendagri akan memasang target lebih tinggi yaitu 172 juta penduduk Indonesia harus mempunyai e-KTP. Hal itu karena 2019 akan ada perhelatan besar yaitu Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

"Tahun 2019 kami minta dengan pileg dan pilpres langsung itu sudah selesai. Kami targetnya 172 juta dari 254 juta penduduk 172 paling lambat akhir 2018 sudah selesai tinggal kita coba supporting itu saja," jelasnya.

Kemudian, Tjahjo juga menyinggung soal progres proses pembuatan KTP untuk anak yang disebut dengan Kartu Identitas Anak (KIA). Saat ini sebetulnya sudah ada 10 wilayah di Indonesia yang sudah menerapkan KIA tersebut. Hanya, metode dan cara pendataan dan pembuatannya berbeda.

"KTP anak, jangan lupa jauh hari sudah ada 10 daerah yang sudah menerapkan KTP anak. Tapi modelnya, masing-masing 10 anak berbeda-beda. Kayak Yogya, Solo dan sebagainya. Nah ini, 10 ini kita buat format yang sama," terangnya.

Untuk tahun ini, Tjahjo menjelaskan Kemendagri akan menggunakan 50 daerah di Indonesia sebagai sampel dalam proses pembuatan KIA. Penggunaan KIA ini sangat penting untuk digunakan anak sebagai identitas misalnya menabung dan saat dirawat di rumah sakit.

"Kita ambil sampel untuk tahun ini 50 daerah penting. Untuk identitas. Ya untuk ya sakit, sekolahnya ada menabung. Ke depannya kalau sudah sekolah dan dewasa tinggal menukarkannya dengan e-KTP," pungkasnya. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. E KTP
  2. Mendagri
  3. Kemendagri
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.