Tangkis 'serangan fajar', pemuda di Maluku begadang & ronda bergantian

Rabu, 27 Juni 2018 08:32 Reporter : Henny Rachma Sari
Tangkis 'serangan fajar', pemuda di Maluku begadang & ronda bergantian Spanduk serangan fajar. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Pesta demokrasi segera digelar di Republik ini. Pemilihan kepala daerah akan serentak dilakukan di sejumlah daerah.

Termasuk Provinsi Maluku yang mempunya tiga pasangan calon gubernur-wakil gubernur. Antisipasi politik uang pun dilakukan warga, khususnya di Kawasan Air Putri dan Wainitu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku.

Sejumlah pemuda mengaku baru akan mendatangi TPS untuk menyalurkan aspirasinya pada siang hari, karena mereka memilih istirahat setelah begadang sejak Selasa (26/7) malam hinga dini hari.

"Saya bersama puluhan pemuda lainnya begadang sejak semalam (Selasa) hinga subuh selain untuk menonton pertandingan Piala Dunia, juga sekaligus menjaga lingkungan masing-masing dari aksi-kasi 'serangan fajar' yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk mempengaruhi aspirasi politik masyarakat," ujar warga kelurahan Wainitu, Ardiles, seperti diberitakan Antara.

Dia mengaku, mereka juga melakukan ronda secara bergantian di pemukiman masing-masing guna mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan jelang pemungutan suara, termasuk menjaga TPS yang ada di lingkungan tersebut.

"Kami menginginkan Pilkada Maluku dapat berjalan aman dan lancar, serta masyarakat dapat menyalurkan aspirasi politiknya secara jujur dan langsung, tanpa diwarnai aksi-kasi intimidasi maupun 'serangan fajar' yang diwarnai aksi bagi-bagi uang oleh oknum-oknum tim sukses pasangan tertentu untuk mempengaruhi aspirasi masyarakat," ujar Sonny, warga Wainitu lainnya.

Sementara itu, hingga saat ini hujan lebat masih terus mengguyur Kota Ambon dan sekitarnya jelang pencoblosan.

Pantauan Antara, hujan lebat mulai mengguyur ibu kota provinsi Maluku tersebut sejak pukul 05.30 WIT hingga menjelang saat pemungutan suara yang dimulai tepat pukul 07.00 WIT.

"Mudah-mudahan hujan bisa reda dan berhenti sehingga kami bisa mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyalurkan aspirasi politik guna menentukan pemimpin Maluku lima tahun mendatang," ujar sejumlah warga.

Memang hujan yang mengguyur kota Ambon dan sekitarnya membuat baru sedikit warga yang mendatangi TPS yang berada di sekitar pemukiman mereka untuk menyalurkan hak politiknya.

Kendati baru sedikit warga yang datang ke TPS dan umumnya adalah orang tua dan lanjut usia (lansia), pemungutan suara tetap dimulai pukul 07.00 Wit, dan dimulai petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) mulai membuka kotak suara dan menghitung surat suara yang tersedia serta mencatatnya dalam dokumen yang tersedia dan mengumumkannya kepada warga yang telah hadir.

Pilkada Maluku sendiri diikuti tiga pasangan calon gubernur-wakil gubernur Maluku yakni Said Assagaff Andareas Rentanubun (SANTUN) dengan nomor urut 1 dan diusung Partai Golkar, Partai Demokrat dan PKS. Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO) dengan nomor urut 2, diusung koalisi sembilan partai politik yakni PDI perjuangan, Gerindra, PAN, partai NasDem, PKB, PPP dan PKPI Sedangkan Herman Adrian Koedoeboen-Abdullah Vanath dengan jargon HEBAT merupakan satu-satunya padangan yang lolos dari jalur perseorangan.

Jumlah pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Maluku dan berhak menyalurkan hak politiknya tercatat sebanyak 1.149.990 orang dan tersebar pada 3.358 TPS yang di 11 kabupaten dan kota di Maluku. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini