Tangkap Kapal Pencuri Ikan Berbendera Malaysia, Potensi Kerugian Negara Rp27 Miliar

Kamis, 26 Mei 2022 01:03 Reporter : Nur Habibie
Tangkap Kapal Pencuri Ikan Berbendera Malaysia, Potensi Kerugian Negara Rp27 Miliar Kapal pencuri ikan tertangkap. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Korps Polisi Air dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri mengamankan lima Anak Buah Kapal (ABK) dan satu orang Nahkoda asal Malaysia. Mereka yang diamankan karena diduga telah melakukan Ilegal Fishing di kawasan Selat Malaka, Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).

Plh Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Kombes Dadan mengatakan, penangkapan terhadap para terduga pelaku itu dilakukan pada Sabtu (21/5) lalu, sekitar pukul 10.00 Wib.

"Sabtu tanggal 21 Mei 2022 Pukul 10.00 Wib. KP Antareja – 7007 mendeteksi adanya kapal ikan asing. Kemudian Kapal polisi Antareja – 7007 melakukan pengejaran dan mengamankan KIA KHF 1790 dengan Jumlah ABK sebanyak 5 orang serta Ikan sebanyak kurang lebih 1.000 Kg dengan jenis ikan campuran, Setelah kapal berhasil diamankan kemudian KIA KHF 1790 di kawal menuju dermaga pelabuhan Langsa untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Dadan kepada wartawan, Rabu (25/5).

Untuk modus para terduga pelaku dalam melakukan aksinya itu yakni dengan menggunakan sarana KIA KHF 1790 yang berbendera Malaysia dengan menggunakan alat tangkap yang dilarang (Pukat Trawl).

"Adapun 1 orang Nahkoda dan 5 orang ABK telah ditetapkan sebagai tersangka," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Dalam penangkapan ini, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti satu Kapal KHF 1790 GT 64,17, Ikan Campuran kurang lebih 1000 Kg, GPS, Satu unit pukat trawl serta Dokumen.

"Adapun potensi kerugian negara yang berhasil diamankan dari kegiatan Illegal Fishing tersebut yaitu sebesar kurang lebih Rp27.000.000.000, selama 10 tahun kapal tersebut beroperasi," sebutnya.

Atas perbuatannya, para terduga pelaku dipersangkakan Pasal 85 UU RI No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Ancaman hukuman Pasal 85 UU RI No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

"Setiap orang yang dengan sengaja di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia memilik, menguasai, membawa, dan/atau menggunakan alat penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan yang berada di kapal penangkap ikan yang tidak sesuai dengan ukuran yang ditetapkan, alat penangkapan ikan yang tidak sesuai dengan persyaratan, atau standar yang ditetapkan untuk tipe alat tertentu dan/atau alat penangkapan ikan yang dilarang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp2 miliar."

[eko]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pencurian Ikan
  3. Viral Hari Ini
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini