Tangkap guru terduga lecehkan siswa, polisi dinilai langgar MoU PGRI

Rabu, 27 April 2016 15:02 Reporter : Anisyah Al Faqir
Tangkap guru terduga lecehkan siswa, polisi dinilai langgar MoU PGRI Ilustrasi Guru. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang atas kasus dugaan pencabulan yang dilakukan ER, guru di SMP 3 Manggarai, Jakarta Selatan. Dalam persidangan tersebut, saksi menyebut penangkapan ER telah menyalahi nota kesepakatan yang dibuat antara PGRI dan Polri.

Penangkapan di lingkungan sekolah dinilai melanggar MoU tentang mekanisme penanganan perkara dan pengamanan terhadap profesi guru No. B/53/XII/2012.

"Pokoknya semua apapun yg menyangkut masalah guru yang sedang mengajar itu jelas tidak sesuai dengan MoU yang kita punya. Berdasarkan hal itu, penangkapan guru selama mengajar atau di lingkungan sekolah tidak boleh dilakukan," kata Sekretaris 2 PGRI Jakarta Selatan, Hasrizal saat persidangan di Ruang Sidang 1 Subekti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (27/4).

Di hadapan hakim tunggal Baktar Djubri, Hasrizal menjelaskan mekanisme yang seharusnya dilakukan oleh pihak kepolisian. Seorang guru yang sedang melakukan dinas, kemudian melakukan perbuatan melanggar hukum maka harus dikoordinasikan dengan PGRI. "Karena di kita ada dewan hukum yang mengurusi hal semacam ini," tutur dia.

Saat disinggung penangkapan guru ER, Hasrizal mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut. Kasus yang menimpa rekan seprofesinya itu baru diketahuinya lewat media sosial dan pemberitaan televisi. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Jakarta
  2. Guru Cabul SMPN 3 Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini