Tangkal Hoaks, Khofifah, Kapolda Jatim dan Warga Papua di Surabaya Duduk Bareng

Selasa, 20 Agustus 2019 08:34 Reporter : Erwin Yohanes
Tangkal Hoaks, Khofifah, Kapolda Jatim dan Warga Papua di Surabaya Duduk Bareng Khofifah, Kapolda Jatim dan Warga Papua duduk bareng. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pertemuan antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) dengan warga Papua di Surabaya kembali digelar. Bahkan, Gubernur Jawa Timur, Kapolda dan sejumlah warga Papua duduk bersama untuk menunjukkan suasana kondusif di Surabaya,

Pertemuan tersebut digelar di Rumah Dinas Kapolda Jatim di Jalan Bengawan Surabaya, Senin (19/8) malam. Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan menyatakan, pihaknya berharap momentum ini bisa menepis kekhawatiran warga Papua soal kondisi keluarga mereka yang ada di Surabaya.

"Jadi berita yang di sana (Papua) dengan kejadian yang sebenarnya di sini memang berbeda. Bersama dengan ikatan keluarga besar Papua, kita bisa sampaikan kondisi yang sebenarnya di sini supaya keluarga di Papua bisa tahu," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Dia menyatakan, kegiatan ini diharapkan mampu memecah isu miring yang selama ini tersebar.

Dia menambahkan, pada prinsipnya warga Papua yang ada di Jawa Timur merupakan bagian dari saudara dari salah satu rumpun. Sebab, di Jatim ini banyak terdapat suku dan rumpun.

"Kita ingin mewujudkan Jatim harmoni. Meski di Jatim ini banyak suku dan rumpun, salah satunya adalah warga Papua, kita tetap harus menjaga persatuan. Kami ingin menyampaikan bahwa kami adalah bersaudara," tandasnya.

Sementara itu Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS) Pieter F Rumaseb menegaskan kepada keluarga di Papua agar tidak perlu khawatir dengan mereka yang kini ada di Jatim. Sebab, isu yang selama ini ada adalah tidak benar. Dia menegaskan tidak ada penangkapan maupun pengusiran warga Papua di Surabaya.

"Mamadong, bapak, adik-adik dan saudara semua di Papua, bahwa informasi pengusiran warga Papua di Surabaya dan sekitarnya tidak benar. Kami di Surabaya dan Jatim hidup dalam damai dan rukun. Jangan percaya dengan informasi yang berkembang," katanya.

Untuk itu, dia berharap kebersamaan semacam ini tetap terus dapat di pertahankan, sebagai bagian dari perbedaan yang ada.

"Pelangi itu indah karena terdiri dari berbagai macam warna. Mari kita jaga perbedaan, hidup rukun sehingga Bhinneka Tunggal Ika bisa terwujud dalam aktivitas sehari-hari," tutupnya. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini