Tanggul Sungai Citarum Jebol, Kapolda Metro & Pangdam Jaya Fokus Evakuasi Warga

Senin, 22 Februari 2021 15:12 Reporter : Merdeka
Tanggul Sungai Citarum Jebol, Kapolda Metro & Pangdam Jaya Fokus Evakuasi Warga Apel Operasi Lilin Jaya 2020. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman memantau tanggul di Sungai Citarum di Kabupaten Bekasi yang dilaporkan jebol. Mereka ingin memastikan kondisi warga yang terkena dampak.

Fadil Imran menyampaikan, sebanyak 1.800 personel gabungan TNI dan Polri disiagakan di lokasi bencana. Dia menyebut, mereka fokus untuk mengevakuasi dan menyalurkan logistik kepada para korban.

"Bahwa kita melakukan 4 hal. Pertama evakuasi, kedua akomodasi, ketiga logistik dan kesehatan. Tujuannya yang terdampak itu mendapatkan layanan kesehatan, layanan makanan, logistik dan ketiga adalah memastikan keselamatan jiwa bisa diamankan," kata dia, Senin (22/2).

Kapolda Metro bersama dengan Pangdam Jaya tengah berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan lain untuk meminimalkan dampak air yang meluber ke permukiman warga.

"Proses evakuasi yang lebih efektif bagaimana supaya air ini tidak menerus kita evaluasi. Supaya dampaknya bisa kita kurangi," ucap dia.

Di tempat yang sama, Dudung menerangkan, TNI mengirimkan 150 pasukan yang dilengkapi dengan peralatan evakuasi untuk menjangkau daerah yang masih terisolir.

"Tadi malam bantuan personel. Teknis bagaimana menjangkau yang tidak terjangkau," ujar dia.

Dudung mengaku mengalami kendala dalam mengevakuasi warga. Menurut dia, sebagian diantaranya memilih bertahan dan enggan meninggalkan rumah.

"Kendalanya adalah sebagian masyarakat tidak mau mengungsi untuk jaga hartanya," ujar dia.

Selain personel, TNI dan Polri juga menyalurkan bantuan berupa logistik untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban banjir.

"Berikan bantuan dari BNPB termasuk Polda Metro sudah 2 helikopter yang datang mendistribusikan makanan siap saji," ujar dia.

"Ada dapur umum kita siapkan. Karena memang masyarakat membutuhkan makanan siap saji di samping berikan makanan kering biskuit dan indomie. Bagi yang tidak mengungsi pun kami (TNI-Polri) tetap supply makanannya," Fadil menambahkan.

Tanggul Sungai Citarum di Kampung Babakan Banten, Sumber Urip, Pebayuran, Kabupaten Bekasi jebol pada Minggu (21/2) dini hari. Sejumlah desa terdampak banjir yang mulai terjadi pukul 01.00 WIB tersebut.

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB mengatakan, banjir melanda 4 desa, yaitu Desa Sukaurip, Karangsegar, Bantasari dan Sumber Urip. Keempat desa berada di Kecamatan Pebayuran.

"Banjir mengakibatkan 5 unit rumah hanyut," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, dalam siaran tertulis Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Minggu.

Menurut dia, petugas BPBD Kabupaten Bekasi melaporkan tinggi muka air antara 1 hingga 2,5 meter. "BPBD telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak penanganan darurat, seperti bambu, karung, mi instan, air mineral, makanan siap saji, obat-obatan, vitamin, perahu evakuasi, mesin perahu, tali tambang dan lampu tembak," kata Raditya soal banjir dampak jebolnya tanggul Sungai Citarum.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini