Tanggapi Demontrasi Mahasiswa ke Gedung DPRD, Rektor UB Bantah Pindahkan Perkuliahan

Senin, 23 September 2019 17:39 Reporter : Darmadi Sasongko
Tanggapi Demontrasi Mahasiswa ke Gedung DPRD, Rektor UB Bantah Pindahkan Perkuliahan Mahasiswa di Malang demo di depan gedung DPRD. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Nuhfil Hanani membantah memindahkan kegiatan perkuliahan dengan demontrasi ke Gedung DPRD Kota Malang. Bantahan tersebut disampaikan dalam selembar surat penyataan berkepala surat (kop) Universitas Brawijaya.

"Dengan ini saya menyatakan bahwa Rektor Universitas Brawijaya tidak pernah menyampaikan atau mengeluarkan pernyataan tersebut. Tidak ada pemindahan kegiatan perkuliahan ke Gedung DPRD dan perkuliahan di Universitas Brawijaya tetap diselenggarakan dengan normal tanpa ada pemindahan kegiatan perkuliahan," tulis Nuhfil Hanani dalam surat keterangan tersebut, Senin (23/9).

Surat tersebut dikeluarkan menyusul beredarnya poster atau flyer memuat pernyataan Nuhfil Hanani bahwa akan ada aksi menolak beberapa regulasi. Poster tersebut juga menyatakan keputusan UB memindahkan seluruh kegiatan perkuliahan ke Gedung DPRD.

Poster yang beredar berisi foto Nuhfil Hanani yang seolah memberi pernyataan dengan sebuah microphone. Nuhfil seolah memberikan statemen dalam poster tersebut.

"Assalamualaikum, anak-anak mahasiswaku. Besok akan ada aksi menolak beberapa RUU ngawur yang akan segera disahkan. Maka dari itu saya memutuskan untuk memindahkan seluruh kegiatan perkuliahan di UB besok ke depan gedung DPRD!" demikian tulis poster tersebut.

Sementara itu, Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander mengatakan, akan melakukan pendalaman atas beredarnya poster yang sedang viral. Kepolisian akan melakukan koordinasi dengan kampus, dan dimungkinkan dengan kampus lain.

"Kami masih melakukan pendalaman, tim dari kampus juga masih melakukan pendalaman. Supaya ini tidak menjadi contoh ke depan yang memberikan efek suara di masyarakat, kalau memang dari pihak kampus juga menyerukan kepada adik-adik semuanya untuk melakukan ini," kata Dony usai pengamanan.

"Di sini kami akan mengkoordinasi terkait selebaran tersebut, komunikasi dengan pihak terkait, dari pihak rektorat beberapa kampus. Hasilnya koordinasi nanti kita sampaikan ke masyarakat," sambungnya.

Dony menegaskan, kepolisian dan TNI bersifat mengamankan kegiatan masyarakat agar aktivitas tidak terganggu. Pihaknya juga mempersilakan, rektor melaporkan jika memang terganggu dengan pernyataan tersebut.

"Kami akan berkoordinasi menyangkut selebaran-selebaran yang sementara ini lagi viral," tegasnya.

Ribuan peserta aksi memenuhi halaman gedung DPRD Kota Malang. Massa berasal dari sejumlah komponen termasuk mahasiswa sejumlah perguruan tinggi Kota Malang. Namun tidak satupun almamater digunakan oleh peserta aksi tersebut. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini