Tanggapan KPK soal Pengadilan Bebaskan Terdakwa Korupsi Alih Fungsi Hutan

Rabu, 9 September 2020 16:45 Reporter : Merdeka
Tanggapan KPK soal Pengadilan Bebaskan Terdakwa Korupsi Alih Fungsi Hutan Gedung baru KPK. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru memvonis bebas Legal Manager PT Duta Palma Suheri Terta. Suheri merupakan terdakwa dalam kasus alih fungsi hutan yang menjerat mantan Gubernur Riau Annas Maamun.

Pengadilan menyatakan Suheri Terta tak terbukti bersalah memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada Annas Maamun.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri meyakini dalam proses penyidikan hingga penuntutan, pihaknya sudah menyertai alat bukti yang cukup dalam menjerat Suheri Tertam

"Dari awal proses penyidikan, KPK yakin dengan alat bukti yang kami miliki dan selama proses persidangan juga dapat dibuktikan semua uraian perbuatan Terdakwa," ujar Ali dalam keterangannya, Rabu (9/9).

Ali mengatakan, sejatinya Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru yang diketuai Saut Maruli Tua Pasaribu bisa melihat vonis terhadap Annas Maamun. Diketahui Anaas divonis 7 tahun namun kini sudah bebas lantaran menerima grasi dari Presiden Joko Widodo.

Menurut Ali, dalam vonis Mahkamah Agung (MA) dinyatakan Anaas terbukti menerima sesuatu yang salah satunya dari PT Duta Palma.

"Terlebih dalam putusan MA atas nama terpidana Annas Maamun telah terbukti adanya penerimaan sejumlah uang antara lain dari PT Duta Palma," kata Ali.

Meski demikian, KPK hingga kini masih belum menyatakan sikap atas dibebaskannya Suheri Terta. Ali menyebut pihaknya masih menunggu salinan lengkap putusan dari Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

"Kami masih menyatakan sikap pikir-pikir atas putusan tersebut, dan selanjutnya akan mengambil sikap langkah hukum setelah mempelajari salinan lengkap putusan majelis hakim. Kami berharap pengadilan segera mengirimkan salinan putusan tersebut," kata Ali Fikri.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum pada KPK menuntut Suheri Terta 4 tahun pidana denda Rp 150 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dalam tuntutannya jaksa menyebut Suheri Terta terbukti bersalah memberikan uang dalam bentuk mata uang Singapura sebesar Rp 3 miliar dari janji Rp 8 miliar kepada Anaas Maamun melalui Gulat Medali Emas Manurung.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. KPK
  3. Kasus Korupsi
  4. Liputan6.com
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini