Tanda tangan di kain putih, warga Bali tolak Pilkada via DPRD

Minggu, 21 September 2014 16:00 Reporter : Gede Nadi Jaya
warga Bali tolak Pilkada via DPRD. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) menuai kontra dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat Bali. Koordinator Alase Bali, I Nyoman Mardika mengatakan masyarakat berhak mengungkapkan pendapatnya masing-masing, termasuk pendapat mengenai RUU Pilkada.

Oleh sebab itu, para aktifis Bali mengambil inisiatif untuk menampung aspirasi masyarakat Bali terhadap RUU Pilkada tersebut dengan membentangkan kain putih dan meminta masyarakat Bali menentukan sikap.

"Jika masyarakat menolak RUU Pilkada 2014 ini, tentu masyarakat yang melintasi kain putih ini akan menandatangani. Mau pemilihan langsung sudah tentu menolak yang tak langsung, dan mereka spontan untuk menandatangani kain yang terbentang," papar Mardika di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Minggu (21/9).

Mardika menuturkan, masyarakat serta aktifis Bali menilai pilkada melalui DPRD merupakan bentuk kemunduran dan perampasan kedaulatan rakyat. "Rakyat harus menentukan sendiri pemimpinnya. Kedaulatan itu di tangan rakyat bukan di tangan wakil rakyat," ucap Mardika.

Mantan anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali itu melanjutkan, Pilkada oleh DPRD merupakan bentuk inkonsistensi demokrasi. Agar aspirasi masyarakat Bali diperhatikan oleh anggota parlemen, bentangan kain putih tersebut akan segera dikirimkan.

"Paripurna tanggal 25 September, jadi segera kami kirimkan. Kalau tidak hari ini ya besok," ucap Mardika.

Dalam RUU Pilkada yang terdiri atas 7 bab dan 181 pasal ini terdapat dua ketentuan baru yang berbeda secara signifikan dari ketentuan UU No. 32/2004. Ketentuan pertama, pilkada hanya memilih gubernur dan bupati/walikota, sementara wakil gubernur dan wakil bupati/wakil walikota ditunjuk dari lingkungan PNS. Ketentuan kedua, gubernur dipilih tidak lagi dipilih langsung oleh rakyat, melainkan oleh DPRD provinsi. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. RUU Pilkada
  2. Bali
  3. Pilkada
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.