Tanam Jambu Hutan, PDIP Banyuwangi Gelar Gerakan Menanam di Mata Air Jopuro

Sabtu, 1 Februari 2020 16:18 Reporter : Hery H Winarno
Tanam Jambu Hutan, PDIP Banyuwangi Gelar Gerakan Menanam di Mata Air Jopuro Tanam Jambu Hutan, PDIP Banyuwangi Gelar Gerakan Menanam di Mata Air Jopuro. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - DPC PDI Perjuangan Banyuwangi menggelar gerakan menanam pohon di sumber mata air Jopuro yang juga dikenal sebagai kampung wisata Keli-Kelian, Dusun Rejopuro, Desa Kampunganyar, Sabtu (1/2/2020). Acara tersebut digelar dalam rangka ulang tahun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Tampak hadir Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Ketua DPC PDIP Banyuwangi I Made Cahyana Negara, Sekretaris PDIP Banyuwangi Ficky Septalinda, dan Bendahara PDIP Banyuwangi Sugirah. Selain itu, hadir pengurus PAC PDIP dari seluruh kecamatan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Diawali santunan anak yatim dan bantuan masyarakat kurang mampu, para kader PDIP melakukan penanaman berbagai jenis pohon. Di antaranya adalah pohon Buni atau wuni (Antidesma bunius). Buni adalah tumbuhan yang tingginya bisa mencapai puluhan meter. Buahnya dapat dimakan dengan kandungan berbagai jenis vitamin. Pohon lainnya adalah jambu hutan yang masuk dalam anggota suku Myrtaceae.

tanam jambu hutan pdip banyuwangi gelar gerakan menanam di mata air jopuro

©2020 Merdeka.com

Bupati Anas menyatakan salut dengan seluruh kader partai berlambang banteng tersebut yang terus menggerakkan berbagai kegiatan positif. Seperti penanaman pohon yang digelar langsung di daerah sumber mata air Jopuro, yang sekarang tak hanya mengairi sawah dan air bersih untuk warga, tapi juga telah menjadi destinasi yang menggerakkan ekonomi rakyat.

"Ini jadi salah satu bukti bahwa kader PDI Perjuangan hadir mengiringi ikhtiar rakyat untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik," ujar Anas yang juga kader PDI Perjuangan.

Anas mengatakan, dengan menggelar penanaman pohon di sumber mata air, hal itu sekaligus menunjukkan dukungan kader PDIP untuk menjaga kearifan lokal, lingkungan, sekaligus menumbuhkan ekonomi rakyat.

"Ada cerita perubahan yang menarik di Dusun Rejopuro ini. Tadi ada warga cerita, dulu pagi hari ibu-ibu di sini sibuk petan. Tapi sekarang sibuk masak dan menyiapkan dagangannya untuk wisatawan seiring menggeliatnya Banyuwangi sebagai daerah wisata," ujarnya.

tanam jambu hutan pdip banyuwangi gelar gerakan menanam di mata air jopuro

©2020 Merdeka.com

"Alhamdulillah, ekonomi tumbuh, ini juga antara lain karena dukungan kebijakan kader PDI Perjuangan yang bertugas di eksekutif maupun legislatif," imbuh Anas.

Di sumber mata air itu pula, digelar tradisi 'ithuk-ithukan'setiap bulan Dzulqaidah (bulan kesebelas penanggalan Hijriyah) dengan kenduri bersama di tempat tersebut. Masyarakat setempat yang merupakan Suku Osing menyiapkan makanan yang diletakkan di alas sederhana dari daun pisang, yang dalam bahasa lokal disebut 'ithuk'.

"Kearifan lokal seperti itu harus dijaga. Politik harus menjaganya dengan kebijakan yang memperkuat pemajuan kebudayaan, seperti yang kita kerjakan bergotong-royong di Banyuwangi," papar Anas.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Banyuwangi I Made Cahyana Negara mengatakan, berpolitik bukan hanya terjadi saat penyelenggaraan pemilu, baik Pilpres, Pileg, maupun Pilkada.

"Tapi berpolitik juga harus diwujudkan dalam berbagai gerakan positif, seperti menanam pohon, membersihkan sampah, mengurangi penggunaan plastik, dan sebagainya," ujar Made yang juga ketua DPRD Banyuwangi. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. PDIP
  3. Banyuwangi
  4. Megawati Soekarnoputri
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini