Tanah amblas di Majalengka, ratusan rumah terancam ambruk

Kamis, 2 Mei 2013 12:00 Reporter : Andrian Salam Wiyono
ilustrasi. REUTERS

Merdeka.com - Pergerakan tanah terjadi di Kampung Gintung, Desa Cimuncang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Pergerakan tanah yang terjadi sejak dua minggu belakangan itu mengakibatkan rumah warga rawan ambruk.

Saat ini setidaknya ada 11 rumah mengalami rusak parah dan 99 rumah mengalami retak-retak di bagian tembok dan atap. Pemukiman yang ada terancam ambruk karena pergerakan tanah ini akan terus terjadi dan cenderung meningkat.

"Ada yang lantainya naik, tembok retak-retak, dan ada yang mengalami pergeseran," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono, di kantor PVMBG Bandung, Kamis (2/5).

Menurutnya, 600 Kepala Keluarga (KK) telah mengungsi ke berbagai tempat. Mereka memilih rumah keluarga terdekat, karena pemerintah belum bisa memberikan relokasi untuk korban bencana pergerakan tanah.

"Belum ada sampai ke saya rekomendasi dari pemerintah. Biasanya kirim surat (ke PVMBG). Tapi saya sarankan untuk direlokasi. Ini bahaya dan potensi masih akan ada," ujarnya.

Dia mengatakan, pergerakan tanah yang berawal dari bukit itu juga mengakibatkan infrastruktur jalan amblas tiga hingga lima meter. Selain itu sawah sekitar hektare tertutup akibat kondisi tanah yang labil.

"Hal ini akan terus terjadi. Bahkan akan meluas amblasan tanahnya yang membuat jalan desa tertelan tanah. Kondisi itu terus mengikis tanah di atasnya hingga mengakibatkan tanah amblas secara perlahan lahan," katanya. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. Bencana Alam
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.