Takut Ditembak, Begal di Musi Rawas Serahkan Diri ke Polisi

Jumat, 22 Mei 2020 12:26 Reporter : Irwanto
Takut Ditembak, Begal di Musi Rawas Serahkan Diri ke Polisi Ilustrasi borgol. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Takut mendapat tindakan tegas dari polisi, seorang pelaku kejahatan bernama Alan Huri (32) memilih menyerahkan diri. Pelaku baru saja melakukan aksi begal terhadap pemotor dengan ancaman pembunuhan.

Nama pelaku terungkap setelah rekannya, Indrawan alias Budi (31) ditangkap polisi. Petugas pun mengultimatum pelaku Alan untuk menyerahkan diri sebelum diberikan tindakan tegas.

Kedua tersangka terlibat dalam aksi begal bersama satu pelaku lain yang masih buron terhadap Ariston Sihombing (19) yang tidak lain berasal sama-sama dari Kelurahan Muara Lakitan, Musi Rawas, Sumatera Selatan. Korban melintas di Jalan Lintas Sekayu-Lubuklinggau menggunakan sepeda motor, Senin (18/5) malam.

Korban diadang dan diminta berhenti oleh para pelaku yang membawa kayu dan parang. Salah satu pelaku meminta paksa sepeda motor korban dan mengancam membacok korban jika tidak menuruti kemauan mereka.

Merasa nyawanya terancam, korban menyerahkan motornya lalu dibawa kabur para pelaku. Korban pun melaporkan kasus ini ke polisi.

Petugas melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus pelaku Indrawan beberapa jam usai kejadian. Dari keterangannya, penyidik mengantongi dua nama lain yang terlibat yakni Alan dan Hen (DPO).

Kapolsek Muara Lakitan Iptu M Romi mengungkapkan, tersangka Alan menyerahkan diri ke kantor polisi setelah dilakukan komunikasi dengan keluarganya. Tersangka khawatir persembunyiannya diketahui dan diberikan tindakan tegas jika tetap kabur atau melawan saat penangkapan.

"Satu tersangka ditangkap dan kemarin satu lagi menyerahkan diri atas nama Alan. Kami masih buru satu pelaku lain yang bersembunyi," ungkap Romi, Jumat (22/5).

Dalam kasus ini, penyidik mengamankan barang bukti berupa sepotong kayu dan satu unit sepeda motor tanpa kelengkapan surat-menyurat. Atas perbuatannya, mereka dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

"Tersangka masih diperiksa, kami kembangkan kasus ini untuk mengungkap keterlibatannya dalam kejahatan lain," pungkasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini