Takut diperiksa HIV/AIDS, puluhan PSK lari terbirit-birit

Selasa, 11 Maret 2014 20:04 Reporter : Irwanto
Takut diperiksa HIV/AIDS, puluhan PSK lari terbirit-birit Prostitusi. © AACriminalLaw.com

Merdeka.com - Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menggelar pemeriksaan terhadap pekerja seks komersial (PSK) yang biasa mangkal di kafe dan warung remang-remang di kabupaten itu, Selasa (11/3). Pemeriksaan dengan metode voluntary, counseling dan testing (VCT) ini bertujuan untuk meminimalisir penularan HIV/AIDS.

Saat pemeriksaan baru hendak digelar, ada kejadian unik. Puluhan PSK tersebut lari terbirit-birit karena enggan diperiksa. Ada juga PSK yang menutup pintu kamar sehingga petugas kesulitan menjangkau mereka.

Dari sekian banyak PSK yang kabur, ada juga wanita penjaja seks yang bersedia diperiksa. Itu pun setelah petugas berjuang membujuk mereka.

Kepala Dinkes Musi Banyuasin melalui Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit, Septiani mengungkapkan, kejadian ini bukan pertama kali terjadi. Hal ini disebabkan rendahnya pemahaman PSK tentang bahaya HIV/AIDS dan penularannya.

"Para PSK itu juga takut jika kami mau merazia seperti yang dilakukan aparat. Makanya mereka kabur seperti itu. Mungkin mereka trauma begitu," kata dia.

Dijelaskannya, pemeriksaan ini sangat penting dilakukan. Dengan itu, bisa diketahui apakah mereka terjangkit penyakit mematikan itu atau tidak. Jika positif, akan segera ditindaklanjuti.

"Dari pemeriksaan tadi tidak ada yang terjangkit. Tapi, kita akan pantau terus karena pekerjaan mereka berisiko tinggi," kata dia.

Dia menambahkan, dua bulan terakhir sudah terdapat dua kasus HIV/AIDS di kabupaten itu. Sementara pada tahun 2013 ditemukan delapan kasus dan 2012 sebanyak 12 kasus.

"Data inilah menjadi motivasi kita untuk memberantas HIV/Aids, karena bisa saja meluas kemana-mana," tukasnya. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Prostitusi
  2. Hiv/aids
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini