Tak Tuntas di Era Tito, Akankah Kasus Novel Terungkap Saat Idham Azis Jadi Kapolri?

Kamis, 31 Oktober 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Tak Tuntas di Era Tito, Akankah Kasus Novel Terungkap Saat Idham Azis Jadi Kapolri? Irjen Idham Azis. ©radarbharindo.com

Merdeka.com - Kabareskrim Komjen Pol Idham Azis menjadi calon tunggal Kapolri setelah namanya disetorkan Presiden Jokowi ke DPR. Komjen Idham Azis langsung mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (Fit and Proper Test) calon Kapolri di ruang rapat komisi III DPR RI, Rabu (30/10).

Jika tak ada aral melintang, Idham Azis akan segera menduduki posisi orang nomor satu di tubuh Polri, menggantikan Jenderal (Purn) Tito Karnavian yang mundur setelah dipilih Jokowi menjadi Menteri Dalam Negeri.

Selama Tito menjabat sebagai Kapolri, masih banyak PR yang harus diselesaikan. Salah satunya kasus Novel Baswedan. Nantinya, jika menjabat sebagai Kapolri, Idham Azis harus menuntaskan kasus ini.

Seperti diketahui, Idham Azis merupakan ketua tim gabungan dan penyidikan untuk membongkar kasus penyiraman air keras kepada Novel.

1 dari 3 halaman

Perjalanan Kasus Novel Baswedan dari Awal hingga Saat Ini

Novel Baswedan disiram dengan air keras oleh dua orang pria yang tak dikenal pada Selasa (11/4/2017). Saat itu, Novel baru saja pulang salat subuh dari Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba dua orang bermotor datang dan menyiramkan air keras ke wajah Novel. Tak ada seorang pun yang melihat kejadian itu. Novel juga tak bisa melihat jelas pelakunya.

Setelah kejadian tersebut, Novel langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading Jakarta Utara dirujuk ke Jakarta Eye Center di Menteng, Jakarta Pusat. Kemudian ia menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura pada 12 April 2017.

Hingga saat ini, pelaku penyiraman air keras belum ditemukan. Bahkan polisi membentuk tim gabungan dan penyidikan untuk menguak kasus tersebut.

2 dari 3 halaman

Kasus Novel Terjadi Saat Tito Karnavian jadi Kapolri dan Belum Tuntas

Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan terjadi pada 2017, atau saat Tito masih menjadi Kapolri. Namun hingga Tito menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, kasus ini tak kunjung selesai.

Berbagai cara dilakukan Tito, salah satunya membentuk tim gabungan dan penyidikan kasus Novel. Tim itu diketuai oleh Kabareskrim Komjen Idham Azis dan Tito sebagai penanggung jawab. Tim penyidik terdiri dari internal dan eksternal kepolisian, beberapa anggota KPK dan beberapa pakar dari Komnas HAM, LIPI hingga Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji.

Tugas tim tersebut yaitu mencari fakta dan mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel dengan cepat dan sesuai prosedur yang berlaku. Tim ini dibuat sejak 8 Januari 2019. Namun hingga saat ini, kasus Novel Baswedan belum menemukan titik terang.

3 dari 3 halaman

Idham Azis Warisi Penuntasan Kasus Novel

Idham Azis menjadi calon tunggal Kapolri. Presiden Jokowi sendiri yang mengusulkan Kabareskrim Komjen Idham Azis sebagai Kapolri pengganti Tito. Jokowi sudah mengirimkan surat tersebut ke DPR untuk dibahas lebih lanjut.

Kemarin, Idham Azis langsung mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (Fit and Proper Test) calon Kapolri di ruang rapat komisi III DPR RI, Rabu (30/10).

Diketahui, Komjen Idham Aziz merupakan salah satu perwira tinggi (Pati) Polri. Berbagai jabatan di Korps Bhayangkara pernah ditempati hingga ke kursi Kepala Bareskrim Polri. Selain karirnya cemerlang, Idham juga sering dilibatkan dalam tim satuan tugas untuk mengungkap perkara-perkara yang menjadi sorotan publik karena punya latar belakang sebagai reserse dan antiteror.

Pada bulan Desember 2001, Idham tercatat menjadi anggota Tim Kobra untuk menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto di bawah pimpinan Tito Karnavian. Saat itu Idham bertugas di Unit Harda Polda Metro Jaya.

Selanjutnya, Idham juga ikut menumpas dua teroris kelompok Santoso di Poso, Sulawesi Tengah. Saat itu Idham menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Tengah. Saat menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Idham mengungkap pelaku kasus pembunuhan dan sodomi 14 anak jalanan yang ditangkap pada tanggal 9 Januari 2010.

Saat jadi Kapolda Metro Jaya, Idham mengungkap kasus penyelundupan narkotika jenis ganja seberat 1,3 ton dari Aceh ke Jakarta dan penyelundupan sabu-sabu 1,6 ton dari Taiwan di Anyer, Banten. Selain itu, Idham juga berhasil menjaga situasi keamanan di Jakarta tetap kondusif saat Ibu Kota menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games 2018.

Idham juga terlibat dalam Operasi Camar Maleo bersama TNI untuk menangkap kelompok teroris Santoso di wilayah pegunungan Poso, Sulawesi Tengah, awal tahun 2015.

Dengan segudang pengalaman yang dimiliki, Idham harus bisa menuntaskan sejumlah PR kasus yang belum tuntas di era Tito. Salah satunya adalah kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. [dan]

Baca juga:
Tak Singgung Kasus Novel Baswedan saat Uji Idham Azis, Ini Alasan Komisi III DPR
LHKPN: Harta Calon Kapolri Idham Aziz Rp5,5 Miliar
Idham Azis Janji Permudah Lulusan Madrasah Aliyah Masuk Polri
Tito Karnavian Harap Kapolri Baru Bisa Reformasi Internal
Fit and Proper Test Idham Azis, PKS Singgung Hubungan Polri dan Umat Islam Renggang

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini