Tak Punya Ongkos, Belasan Warga Banten Korban Kerusuhan Wamena Minta Dipulangkan

Selasa, 1 Oktober 2019 14:32 Reporter : Dwi Prasetya
Tak Punya Ongkos, Belasan Warga Banten Korban Kerusuhan Wamena Minta Dipulangkan Belasan Warga Banten di Papua Minta Difasilitasi Kepulangan. ©2019 Merdeka.com/Dwi Prasetya

Merdeka.com - Belasan perantau asal Banten di Papua meminta dipulangkan setelah kerusuhan yang terjadi di beberapa titik bumi cendrawasih. Perantau asal Banten ini tersebar di beberapa wilayah seperti Sentani dan Waena, Jayapura, Papua.

Salah satu perantau itu adalah Nur Hasanudin (28), warga Kota Serang. Nur Hasanudin tinggal di sebuah kontrakan dekat masjid daerah Sentani, Jayapura.

Dia bercerita, belasan warga Banten yang mayoritas penjual remot dan tukang bubur tidak berani berjualan. Mereka masih trauma setelah kerusuhan yang menewaskan puluhan orang di daerah tersebut.

"Yang sudah didata ada 13 orang, masih banyak belum didata karena terpisah," kata Nur Hasanudin saat dikonfirmasi, Selasa (1/10).

1 dari 1 halaman

Berjualan Bubur

Nur sehari-hari berjualan bubur. Dia sudah menetap selama 7 tahun di Papua.

Dia berharap pemerintah Provinsi Banten memfasilitasi kepulangan warganya dari Papua. Sebab, mereka tidak memiliki biaya dan ongkos pesawat.

"Saya dan teman-teman sudah was-was karena setiap lagi jualan rusuh lagi. Mau pulang enggak ada biaya mau naik pesawat tiket mahal. Usaha lagi gini," kata dia. [gil]

Baca juga:
Jamin Keamanan, Kapolda Papua Minta Para Pengungsi Kembali ke Wamena
Cerita Penyanderaan 300 Orang saat Kerusuhan di Wamena
Begini Kondisi Pengungsian Warga yang Keluar dari Wamena di Sentani
Kapolda Papua Tinjau Posko Pengungsi Wamena di Sentani
Komnas HAM Dukung Jokowi Bertemu Tokoh Kelompok Separatis Papua
Komnas HAM: 31 Korban Tewas dalam Kericuhan Papua Hingga Hari Minggu 29 September
Kemenkes Kirim 40 Tim Medis Gabungan ke Wamena

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini