Tak Percaya Hasil Tes Covid-19, Warga Desa Jemput Paksa Jenazah di RSD Kalisat Jember

Jumat, 11 Juni 2021 15:47 Reporter : Muhammad Permana
Tak Percaya Hasil Tes Covid-19, Warga Desa Jemput Paksa Jenazah di RSD Kalisat Jember Warga jemput paksa jenazah di RSD Kalisat Jember. ©2021 Merdeka.com/Muhammad Permana

Merdeka.com - Aksi penolakan terhadap hasil tes kesehatan Covid-19, masih berlanjut di Jember, Jawa Timur. Diduga karena tidak percaya kerabat atau tetangganya meninggal karena Covid-19, ratusan warga asal Dusun Suren Lombung, Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, beramai-ramai mendatangi Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat, Jember.

Mereka nekat hendak menjemput paksa jenazah kepala dusun (kasun) yang meninggal dan dikonfirmasi positif Covid-19 oleh pihak rumah sakit. Warga menolak hasil medis pihak rumah sakit yang menyatakan kerabatnya itu meninggal karena virus Corona.

"Itu di Covid-kan. Pak Kasun, kata saudaranya, meninggal karena kecelakaann biasa. Dia terjatuh dari kamar mandi, karena tidak sadar dibawa ke rumah sakit Kalisat ini biar diobati," kata Pardi, salah seorang warga setempat, Jumat (11/6) siang.

warga jemput paksa jenazah di rsd kalisat jember
©2021 Merdeka.com/Muhammad Permana

Pardi mengatakan, warga protes kepada rumah sakit, karena dari hasil pemeriksaan medis menunjukkan hasil swab tes positif Covid-19. Pihak keluarga tidak terima dan bermaksud membawa paksa jenazah untuk dikebumikan dengan cara layak.

"Keluarga tidak terima dikatakan Covid, awal masuk karena habis jatuh dari kamar mandi, kenapa dibilang meninggal karena Covid. Jadi kita datang ke sini, untuk bawa paksa pulang dan dimakamkan dengan layak," ujar dia.

Pantauan merdeka.com di lapangan, pihak keluarga bersama warga sempat bersitegang dengan polisi. Karena pihak keluarga ingin memaksa masuk ke rumah sakit untuk membawa pulang jenazah.

Aksi dorong mendorong sempat terjadi. Karena warga memaksa masuk. Diketahui untuk menghalau aksinya, puluhan anggota Satsabhara Polres Jember didatangkan untuk membantu petugas Mapolsek Kalisat.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Kalisat AKP Sukari mengatakan, adanya aksi ratusan warga tersebut karena tidak paham sejauh mana tim medis memproses pasien. Sehingga diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak.

"Jadi dari pagi warga di sini (berkumpul di RSD Kalisat) untuk menegaskan bahwa Kasun ini bukan meninggal karena Covid-19. Tapi dari hasil pemeriksaan Swab Antigen memang terkonfirmasi positif, disisi lain pasien memang ada sakit jantung itu," sambungnya.

Sehingga pihak keluarga dan warga diberi pengertian untuk jenazah tersebut akan dilakukan pemulasaran jenazah menggunakan standar Covid-19.

"Saat ini pihak keluarga sedang diberi pemahaman, yang sebelumnya tidak terima (dengan hasil Swab Tes), karena saat diperiksa tidak dibuka bajunya dan tidak dilakukan bagaimana memerika semestinya. Tapi ini masih dalam proses komunikasi, dan pihak kita akan menjaga dengan standar protokol kesehataan," pungkasnya. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini