Tak lagi disegani, polisi jadi bulan-bulanan preman dan warga

Rabu, 18 Maret 2015 05:33 Reporter : Juven Martua Sitompul
Tak lagi disegani, polisi jadi bulan-bulanan preman dan warga Gedung Bareskrim Mabes Polri. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - nama besar kepolisian saat ini mulai meredup, menyusul insiden yang membidik anggota polisi mulai marak terjadi di tanah air. Korps Bhayangkara dulu disegani masyarakat kini menjadi pelampiasan aksi brutal dari warga hingga aksi anarki oleh geng motor.

Baru-baru ini publik dikagetkan oleh peristiwa tragis saat seorang anggota polisi bernasib nahas dikeroyok bahkan ditelanjangi oleh sekelompok brandalan. Tidak puas, brandalan itu lantas mengarak polisi ke perkotaan.

Perlakuan memalukan yang diterima oleh anggota kepolisian bukan hanya terjadi sekali. Tak pelak publik mulai mempertanyakan nama Polri yang dulu dibanggakan. Sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan namun lembaga hukum di bawah kepemimpinan Komjen Pol Badrodin Haiti belum bersikap tegas.

Banyak pihak menilai perlakuan tersebut terjadi karena penghargaan dan rasa percaya publik kepada aparat kepolisian mulai berkurang. Bahkan, kepolisian diminta membangun kembali kepercayaan kepada masyarakat sehingga tidak lagi terjadi perlakuan sadis oleh masyarakat kepada polisi yang bertugas melayani dan menjaga keamanan masyarakat.

Berikut peristiwa polisi yang menjadi bulan-bulan preman, geng motor dan warga yang dirangkum merdeka.com:

1 dari 4 halaman

Tak mau dilerai, anak punk tusuk polisi

Ilustrasi Pengeroyokan. ©2015 Merdeka.com

Anggota Sabhara Polres Jakarta Selatan, Brigadir Samsul Mustofa harus mengalami nasib nahas ketika hendak melerai perkelahian anak punk. Samsul ditusuk dengan gunting pada bagian dadanya di Jalan Fatmawati.

Beruntung, Samsul yang saat itu mengenakan pakaian preman dibawa oleh warga ke RS Prikasih untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Brigadir Samsul ditolong warga dan dibawa ke RS Prikasih untuk dilakukan pertolongan, sedangkan dua pelaku berhasil dibekuk," kata Kanit Reskrim Polsek Cilandak, Akp Alam Nur, Kamis (23/8).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun peristiwa penusukan ini terjadi pada Senin lalu sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu Brigadir Samsul hendak pulang ke rumahnya di Tebet, Jakarta Selatan dengan menggunakan sepeda motor. Namun saat melintas di Jl RS Fatmawati, ia melihat seorang laki-laki sedang dipukuli oleh dua orang.

Melihat kejadian itu, Brigadir Samsul kemudian menghentikan sepeda motornya dan menghampiri mereka untuk melerai keributan tersebut. Namun, rupanya kedua anak punk tersebut tidak terima dan kemudian salah seorang pelaku mendorong Samsul hingga akhirnya terjatuh. Dalam kondisi tidak berdaya, pelaku berinisial Y langsung menusukkan gunting ke arah dada Samsul hingga terluka.

Warga yang melihat kejadian itu langsung menangkap kedua pelaku. Sementara Brigadir Samsul langsung dilarikan ke RS Prikasih. Kasus ini sendiri kini ditangani oleh Polsek Cilandak.

2 dari 4 halaman

Polisi dikeroyok dan ditelanjangi geng motor saat lerai perkelahian

Ilustrasi Pengeroyokan. ©2015 Merdeka.com

Seorang anggota Polres Cirebon Brigadir Polisi Muhamad Andi Al Mujid (22), babak belur dikeroyok sekelompok warga yang sedang bertikai. Peristiwa nahas pada Minggu (15/3) malam itu terjadi ketika korban sedang tidak bertugas.

Kapolresta Cirebon AKBP Dani Kustomi membenarkan adanya pengeroyokan terhadap anggotanya tersebut. "Iya (dikeroyok) pada Minggu malam," kata Dani, ketika hubungi merdeka.com Selasa (17/3).

Dani pun menjelaskan, akibat pengeroyokan tersebut anggota polisi itu sempat dilecehkan dengan dibuka celananya. "Karena nggak berdaya dipukulin sempet dibuka kolornya," ungkapnya.

Tak sampai di situ, kata Dani, kelompok warga tersebut membawa korban ke tempat yang lebih sepi untuk kembali dipukuli. "Dibawa ke tempat sepi terus dipukuli lagi," katanya.

Dari kejadian itu, polisi pun langsung menangkap 8 orang yang menjadi biang keladi pengeroyokan. Diketahui pelaku ini yakni, MI (15), S (28), YB (17), PP (16), RR (25), CA (17), AS (20) dan S (29).

3 dari 4 halaman

Lepas piket, anggota Polisi laut di Bali dipukuli pemabuk

Ilustrasi Pengeroyokan. ©2015 Merdeka.com

Seorang anggota polisi yang bertugas di Pelabuhan Benoa, jadi bulan-bulanan pemuda asal NTT dalam keadaan mabuk. Penganiayaan tersebut terjadi saat Aiptu Dewa Ketut Ngurah lepas jaga piket di KP3 Benoa, pagi tadi Selasa (17/3) di Denpasar Selatan, Bali.

Informasi yang didapat di Kepolisian, korban yang hendak melanjutkan tugas rutin usai piket yaitu patroli keliling di wilayah pelabuhan Benoa, mendapati pelaku bernama Nikodemus yang akrab disapa Niko, dalam keadaan mabuk ngamuk di jalan sambil membawa balok kayu.

"Anggota kami yang melihat pelaku mabuk di jalan berusaha untuk mengingatkan dan menyuruh pulang. Korban yang juga anggota kami dipukul dengan kayu balok dari belakang saat berbalik mengambil kendaraan," terang Kapolsek KP3 Benoa, Kompol Made Mudra, Selasa (17/3).

Korban yang saat itu merasa berhasil meredam emosi pelaku, langsung berbalik mengambil motor melanjutkan patroli. Tetapi di luar dugaan, pelaku malah memukuli anggota ini dari belakang dengan kayu. Puas melihat anggota Polisi ini tersungkur di tanah tanpa perlawanan, pelaku langsung kabur.

Sejumlah warga dan para ABK yang melihat kejadian tersebut dari kejauhan langsung mengejar pelaku. Giliran pemuda kelahiran Sumba Barat 18 ini 1990, ini dihakimi massa.

"Syukurlah saat terjadi tindak main hakim ini anggota kami yang lain sedang melintas dan berhasil melerai tindakan main hakim warga. Sementara korban (anggota polisi), saat itu juga sudah siuman. Untuk saat ini pelaku sudah kita amankan," ungkap Mudra.

4 dari 4 halaman

Dikeroyok begal dan preman, polisi ini diselamatkan anggota TNI

Kopka Edy Mulyanto. ©2015 merdeka.com/irwanto

Seorang anggota polisi diserang dan dikeroyok oleh begal dan preman. Mereka nekat menganiaya polisi karena mencoba menghentikan aksinya, beruntung, salah satu anggota TNI, Kopka Edy Mulyanto menghentikan inseden tersebut.

Dia berhasil menyelamatkan seorang polisi lalu lintas (polantas) dari amukan sejumlah anak punk dan preman. Peristiwa itu terjadi di pos lalu lintas underpass Simpang Patal Palembang, 3 Maret 2015 lalu. Saat itu, Kopka Edy yang sedang mengendarai sepeda motor melihat anggota polantas sedang dikeroyok anak punk.

Diketahui, polantas tersebut bermaksud menghentikan aksi pemalakan yang dilakukan anak punk. Namun justru polantas itu malah menjadi korban pengeroyokan dan nyaris tewas.

"Pas saya lewat, polantas itu sedang dikeroyok banyak anak punk. Siapa yang tak kasihan lihat dia dikeroyok begitu, apalagi polisi yang lagi bertugas. Syukur, dia bisa saya selamatkan," ungkap Edy, Kamis (12/3). [siw]

Baca juga:
Dalmas dikeroyok geng motor, Polri hanya imbau petugas hati-hati
Keroyok dan telanjangi polisi, geng motor layak dihukum berat
Cerita polisi di Cirebon dikeroyok, diarak & ditelanjangi warga
Lepas piket, anggota Polisi laut di Bali dipukuli pemabuk
Keroyok anggota Dalmas, pelaku terancam 5 tahun bui

Topik berita Terkait:
  1. Pengeroyokan Polisi
  2. Top List
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini