Tak cuma minta maaf ke Aiptu Sutisna, Dora juga buat surat damai

Sabtu, 17 Desember 2016 11:43 Reporter : Lia Harahap
Tak cuma minta maaf ke Aiptu Sutisna, Dora juga buat surat damai Dora cium tangan Aiptu Sutisna. ©2016 Facebook.com/Irvan Prawira

Merdeka.com - Nama Dora Natalia Singarimbun mendadak dikenal banyak orang setelah sebuah video dirinya mengamuk dan mencakar Polantas ramai berseliweran di media sosial. Polantas yang diketahui bernama Aiptu Sutisna sempat dimaki-maki lebih dulu sebelum seragamnya ditarik.

Dora mengamuk di jalan padahal tak ditilang. Meski sabar menghadapi ulah Dora, Sutisna melaporkan kejadian ke Polres Jakarta Timur. Kasus ini sedang ditindaklanjuti. Dora akan dipanggil pekan depan.

Di tengah proses kasus hukum yang dijalaninya, Dora rupanya menemui Aiptu Sutisna pada Jumat pagi kemarin. Dia ingin menyampaikan permohonan maafnya secara langsung.

"Iya kemarin bertemu. Semula saya kira beliau bertugas di Polres Jakarta Timur. Ternyata di Mapolda Metro Jaya, pagi itu juga setengah tujuh saya sampai di Mapolda Metro dan bertemu secara langsung dengan beliau," kata Dora saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (17/12).

Dalam pertemuan itu, Dora sempat membuat surat perdamaian dengan Sutisna. Surat itu ditandatangani keduanya disaksikan Wadir Lantas, AKBP Indra Jafar. Selain membuat surat perdamaian, dalam sejumlah foto yang beredar Dora sempat mencium tangan Sutisna sebagai permohonan maaf dan menyesali perbuatannya.

"Bertemu dengan beliau inisiatif saya sendiri, mulanya saya sempat mendatangi rumah beliau," katanya.

Saat permohonan maaf dia sampaikan langsung, Dora mengaku senang Sutisna menyambutnya dengan tangan terbuka. Saat bertemu Sutisna, Dora didampingi orangtuanya.

"Beliau sangat ikhlas memaafkan saya, saya syukur bertemu beliau," katanya.

Semula, dengan surat perdamaian itu Dora berharap kasus ini selesai. Namun, dia menyadari proses hukum tetap berjalan. Dia siap menghadiri panggilan Polres Jakarta Timur pada Senin (19/12) pekan depan.

"Sebenarnya berharap jangan diteruskan, tapi gelar perkara harus terus dijalani. Tapi saya siap (diperiksa)," pungkasnya. [lia]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini