Tak Bisa Berangkat Bersama Keluarga, Puluhan Calon Jemaah Haji di Tasikmalaya Mundur

Kamis, 19 Mei 2022 14:15 Reporter : Mochammad Iqbal
Tak Bisa Berangkat Bersama Keluarga, Puluhan Calon Jemaah Haji di Tasikmalaya Mundur Ibadah haji. REUTERS

Merdeka.com - Aturan pembatasan usia menyebabkan calon jemaah yang berusia 65 tahun ke atas tidak bisa berangkat melaksanakan ibadah haji pada tahun ini. Sejumlah jemaah yang memenuhi kriteria pun memilih mengundurkan diri karena tidak bisa berangkat bersama keluarga yang terimbas aturan itu.

Di Tasikmalaya, misalnya, terdapat puluhan calon jemaah haji yang memilih menunda keberangkatan, meskipun mereka memenuhi syarat batas usia. Mereka berharap berangkat bersama keluarganya di masa akan datang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya Usep Saepudin mengatakan, hanya 674 warga Tasikmalaya yang bisa berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun Ini. Dari jumlah tersebut, puluhan di antaranya memilih mengundurkan diri karena tidak bisa berangkat bersama pasangannya karena ada pembatasan usia.

2 dari 3 halaman

Kuota Normal 1.481 Orang

Usep menjelaskan bahwa kuota normal haji untuk Kabupaten Tasikmalaya mencapai 1.481 orang. "Namun karena masih ada pembatasan untuk Indonesia, kami juga terdampak. Indonesia itu hanya diberi kuota 100.051 orang. Kabupaten Tasikmalaya kebagian 674 orang," jelasnya, Kamis (19/4).

Dari ratusan warga yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini, yang diberangkatkan berusia di bawah 65 tahun. Bila ada pasangan suami istri yang usianya berbeda dan lebih dari 65 tahun, maka dipastikan tidak akan bisa berangkat bersama.

"Kalau ada suami istri yang misalnya suami 67 tahun, istrinya 63 tahun, mereka tak bisa berangkat bersama tahun ini. Akhirnya istrinya yang mundur dan ikut suami untuk pemberangkatan tahun yang akan datang. Di Kabupaten Tasikmalaya ada 23 kasus seperti ini," ungkapnya.

3 dari 3 halaman

Pengganti Sesuai Urutan

Dengan adanya calon jemaah haji yang mundur, dikatakan Saepudin, pihaknya kemudian membuat prioritas sesuai nomor pendaftaran. Pengganti jemaah yang mengundurkan diri juga kemudian disesuaikan dengan urutan.

Dia memaparkan, dari seluruh calon jemaah haji yang akan berangkat tahun ini, 96 persen sudah divaksinasi Covid-19 dengan lengkap. "Untuk sisanya kan masih ada jeda waktu pemberangkatan. Masih ada waktu. Tak ada masalah untuk vaksinasi," sebutnya.

Meski sudah dipastikan akan memberangkatkan jemaah haji tahun ini, kata Saepudin, pihaknya belum mengetahui pasti jadwal pemberangkatannya. "Pemberangkatan pertama itu belum ada kepastian. Namun kalau melihat kloter (kelompok terbang), calon haji dari Kabupaten Tasikmalaya itu kan masuk kloter 22 dan 40. Kalau melihat itu, kloter pertama kemungkinan akan berangkat pertengahan Juni," pungkasnya.

[yan]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini