Tak Ada Saksi Mata dan CCTV, Polisi Sulit Usut Teror Paket Peluru 'FPI Munarman'

Kamis, 8 April 2021 14:25 Reporter : Merdeka
Tak Ada Saksi Mata dan CCTV, Polisi Sulit Usut Teror Paket Peluru 'FPI Munarman' Ilustrasi Garis polisi. ©2021 Merdeka.com/bram salam

Merdeka.com - Polisi masih menyelidiki temuan bungkusan misterius di Jalan Raya Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok, pada Minggu (4/4) April 2021.

Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar menyampaikan, beberapa orang telah dimintai keterangan sebagai saksi. Namun, dari tiga orang yang diperiksa tak ada satu pun yang mengetahui terduga pelaku.

"Yang penting kita sudah periksa tiga saksi. Tapi saksi tidak melihat siapa-siapa. Mereka tahunya barang itu ada di situ," kata dia di Polda Metro Jaya, Kamis (8/4/2021).

Imran menyampaikan, bungkusan berisi peluru diletakkan di tempat yang sepi dan minim penerangan. Imran menyebut, sejauh ini, CCTV yang diperoleh juga tidak menyorot secara langsung ke lokasi.

"Kalau dilihat tempatnya itu sepi banget pinggir kali. CCTV juga tidak kelihatan," ucap dia.

Sebelumnya, seorang warga bernama Taryati (41) menemukan bungkusan tepat di samping warung. "Posisinya samping warung saat saya angkat terasa berat lebih dari satu kilogram," ujar Taryati, Senin (5/4/2021).

Taryati awalnya menduga bungkusan itu berisikan sepatu yang dibeli melalui toko online. Namun, Taryati ragu.

"Enggak mungkin, karena saya pesan kemarin dan belum bayar," kata dia.

Taryati pun mencoba memeriksa bungkusan. Dia curiga di dalam terdapat benda berbentuk kaleng. Merasa curiga, dia bersama suaminya melaporkan temuan bungkusan ke pengurus RT.

Tidak lama berselang pengurus RT datang dan memindahkan barang di atas jembatan belakang warung. Setelah itu pengurus RT membuka bungkusan menggunakan gagang sapu secara perlahan.

"Setelah terbuka, terlihat sebuah tulisan FPI Munarman," terangnya.

Taryati menuturkan, melihat tulisan FPI Munarman pengurus RT langsung berinisiatif menghubungi Polsek Limo, dikhawatirkan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Menurutnya, selama berjualan dia tidak menemukan pembeli yang mencurigakan. Hal itu karena pembeli air buah lontar merupakan pekerja proyek bangunan atau warga yang melintas di depan warungnya.

Tim Gegana Mabes Polri datang dan segera membawa barang bertuliskan nama FPI Munarman itu guna pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil identifikasi sementara, paket itu adalah kaleng bekas yang berisikan magasin laras panjang dan beberapa butir peluru.

Sementara itu mantan Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI) Munarman, mengaku heran dengan penemuan paket misterius di Depok yang tertulis namanya. Dia mengatakan bahwa tidak berdasar pada logika dan mempertanyakan kalau memang ada pihak yang ingin berbuat jahat mengapa membuat jejak FPI dan tertuliskan nama dirinya.

"Orang mau berbuat jahat, ada jejak FPI-nya, ada nama saya, logikanya di mana?" ujar Munarman saat dihubungi, pada Rabu (7/4).

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini