Tak Ada Penerbangan, Seorang WN China di Sumbar Tak Bisa Pulang Sejak Imlek

Senin, 16 Maret 2020 17:07 Reporter : Merdeka
Tak Ada Penerbangan, Seorang WN China di Sumbar Tak Bisa Pulang Sejak Imlek WN China tak bisa pulang. ©Antara/Imigrasi Agam

Merdeka.com - Seorang warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang tinggal di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat hingga Senin belum bisa kembali ke negara asal karena penerbangan ke negara tersebut ditutup.

"Ada satu pekerja asal RRT ingin balik ke negara asal tetapi saat ini sedang tidak bisa," kata Kepala Seksi Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Agam Deny Haryadi di Koto Hilalang, Sumatera Barat, Senin (16/3) seperti dikutip Antara.

Sebelum adanya wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), kata Deny Haryadi, tercatat 13 pekerja asal RRT beraktivitas di tambang timah hitam, Tanjung Balit, Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota.

Saat perayaan Imlek lalu, lanjut dia, sebanyak 12 orang kembali ke RRT, sementara seorang tetap tinggal di Limapuluh Kota.

"Satu warga yang masih tinggal ini ketika kami temui beberapa waktu lalu sudah berharap ingin pulang. Akan tetapi, karena penerbangan ditutup, dia terpaksa harus tinggal di sini sementara waktu," katanya menjelaskan.

Warga atas nama Shiyue Zou itu masih tinggal di Tanjung Balit. Dia memiliki izin tinggal yang berlaku sampai Desember 2020.

"Meski izin tinggalnya habis, masih bisa dikeluarkan izin tinggal terpaksa karena kondisi wabah seperti saat ini," katanya. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini