Tak ada penerbangan, Polri gagal olah TKP penembakan Trigana

Selasa, 17 April 2012 16:41 Reporter : Dedi Rahmadi
Tak ada penerbangan, Polri gagal olah TKP penembakan Trigana gedung Mabes POLRI. merdeka.com/dok

Merdeka.com - Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri gagal tembus ke Mulia, ibu kota Puncak Jaya akibat perusahaan penerbangan belum mau melayani rute ke pedalaman Papua tersebut. Polri berniat menyelidiki  penembakan pesawat Trigana Air yang menewaskan seorang jurnalis, Minggu (8/4).

"Tim yang berjumlah empat orang dipimpin AKBP Tobing nantinya akan mengolah tempat kejadian perkara (TKP) di Mulia," ujar Wakapolda Papua, Brigjen Pol Paulus Waterpauw kepada wartawan seperti dilansir Antara, Selasa (17/4).

Waterpauw mengatakan tim Labfor masih berada di Jayapura. Pihaknya juga masih melakukan lobi dengan berbagai pihak termasuk Mabes Polri. "Untuk membantu menerbangkan tim tersebut ke Mulia," katanya.

Pimpinan Polda Papua terus berupaya termasuk menghubungi Mabes Polri agar dapat menggunakan pesawat Sky Truck. Saat ini, pesawat tersebut masih dioperasikan oleh Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B).

Penembakan yang dilakukan kelompok bersenjata terhadap pesawat Trigana Air menewaskan seorang jurnalis dari Papua Pos Nabire, Leiron Kagoya (35).

Pesawat twin otter milik Trigana Air dengan kode penerbangan PK-YRF itu ditembak sesaat hendak mendarat di  Lapangan Terbang Mulia, ibu kota Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Penembakan itu mengakibatkan pilot Bebi Astek yang terkena tembakan di bagian kaki dan co pilot Willy terkena serpihan peluru di jarinya tidak dapat mengendalikan pesawat hingga pesawat menabrak gudang yang ada di lapangan terbang Mulia. [war]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Polri
  3. Penembakan Trigana
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini