Tak Ada Klaster Baru di UNS, Penambahan Peserta PTM Bergantung Level PPKM

Rabu, 20 Oktober 2021 08:14 Reporter : Arie Sunaryo
Tak Ada Klaster Baru di UNS, Penambahan Peserta PTM Bergantung Level PPKM Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho. ©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta telah memulai perkuliahan tatap muka (PTM) sejak Selasa (7/9). Sejak saat itu tidak ditemukan klaster baru Covid-19 di kampus tersebut.

Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho mengatakan, pelaksanaan PTM berjalan lancar. Tak ditemukan mahasiswa, dosen maupun perangkat lainnya yang dinyatakan positif Covid-19.

Jamal mengklaim kuliah tatap muka itu dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan, pelaksanaannya juga mendapatkan perhatian khusus dari Wali Kota Gibran Rakabuming Raka hingga Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Presiden Jokowi memantau langsung penerapan protokol kesehatan saat acara forum rektor se-Indonesia beberapa waktu lalu. "Di UNS PTM kita mulai 7 September dan 13 September itu Presiden Joko Widodo mirsani (melihat) langsung pelaksanaan PTM itu. Mahasiswanya sudah divaksin, dosen dan karyawannya juga sudah divaksin, sehingga alhamdulillah tidak ada klaster baru di kampus,” ujar Jamal, Selasa (19/10).

Jamal menilai munculnya klaster PTM di sejumlah sekolah dasar di Solo merupakan permasalahan berbeda. Salah satu penyebabnya, para siswa peserta PTM tersebut belum mendapatkan vaksinasi Covid-19. Para mahasiswa di UNS yang sudah mendapatkan vaksinasi dua kali.

Menurut Jamal, pelaksanaan PTM di kampus dilakukan dengan sistem bersyarat dan bertahap. Yakni harus ada izin dari pemerintah kota atau Satgas Covid-19 dan peserta harus sudah divaksin dua kali.

"Semua mahasiswa kami yang ada di area Solo dan sekitarnya sudah divaksin dua kali. Syarat yang lain juga harus ada izin dari orang tua," bebernya.

Kendati demikian, pihaknya membebaskan mahasiswa yang tidak memperoleh izin orang tua untuk tidak mengikuti PTM. Apalagi peserta kuliah tatap muka dibatasi hanya 30 persen dari kapasitas ruangan. Bagi mahasiswa yang tak bisa mengikuti PTM, lanjut Jamal, mereka masih bisa mengikuti kuliah yang juga disiarkan secara daring.

"Karena sistem itu kita buat semudah mungkin, maka kita juga tidak mungkin mengundang mahasiswa yang berada di luar Solo Raya atau luar provinsi," katanya.

Secara bertahap lanjut rektor, para mahasiswa akan diundang untuk mengikuti PTM. Saat ini, selain semester 1, PTM juga untuk semester 5 dan 7. Mereka sudah mulai mengikuti kegiatan di laboratorium ataupun praktik. Sedangkan mahasiswa semester 7 butuh ke kampus untuk ujian skripsi atau pelaksanaan tugas akhir lainnya.

"Kita buka supaya ujian-ujian itu juga sudah secara tatap muka. Bertahap itulah yang nanti akan disesuaikan dengan PPKM. Kalau PPKM level 3 dengan 30 persen, maka kalau PPKM level 2 ya dibuka naik. Kalau PPKM level 1 nanti pesertanya tambah,” jelasnya.

Jamal menambahkan, dari 13 fakultas dan 2 sekolah yang ada di UNS hanya 3 atau 4 fakultas yang bisa diikutkan dalam kegiatan PTM. Selain itu, dalam sehari dibatasi hanya 2 mata kuliah yang diajarkan. Namun jika kondisi Covid-19 membaik, pihaknya akan menambah peserta maupun jumlah mata kuliah secara bertahap.

"Tidak mungkin 40.000 mahasiswa kita ikutkan semua. Tentu akan membahayakan penyebaran Covid-19," tuturnya.

Untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Corona, pihaknya juga melakukan evaluasi pelaksanaan PTM setiap pekan atau setengah bulan sekali. Jika ditemukan mahasiswa yang terpapar bisa segera dilakukan tracing dan antisipasi lainnya.

"Tiap minggu, hari Senin juga dilakukan evaluasi, alhamdulillah belum ditemukan mahasiswa yang terpapar. Mudah-mudahan tidak ada," pungkasnya. [yan]

Baca juga:
Satu Orang Terpapar, 92 Siswa dan Guru SMPN 10 Depok Dites Swab Satgas
Jakarta PPKM Level 2, Sekolah Ikut PTM Terbatas akan Ditambah
Muncul Klaster PTM, Pemkot Solo Minta Orang Tua Pantau Kegiatan Anak di Rumah
Jokowi Tinjau Vaksinasi Pelajar di Tarakan: Kalau Suntik Pertama, Sudah Bisa PTM
Muncul Klaster PTM di Sekolah, Gibran Ingatkan Guru Gunakan Masker dengan Benar
Satu Siswa Terpapar Covid-19, SMPN 10 Depok Hentikan PTM Sementara

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini