Tak ada hidran air, pemadaman kebakaran Pasar Besar Malang terhambat

Kamis, 26 Mei 2016 09:19 Reporter : Darmadi Sasongko
Tak ada hidran air, pemadaman kebakaran Pasar Besar Malang terhambat Kebakaran Pasar Besar Malang. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sudah sekitar 3 jam, petugas pemadaman kebakaran berusaha memadamkan api di Pasar Besar Malang. Namun api masih belum bisa dikuasai. Asap masih terlihat tebal membumbung dari tengah-tengah pasar.

Pasar Besar Malang terbakar sekitar pukul 04.00 WIB, Kamis (26/5) dini hari. Sebanyak 10 mobil pemadam dikerahkan untuk memadamkan si jago merah sambil terus menunggu bantuan mobil yang lain. Petugas mendapat bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang dan milik Pertamina.

Petugas pemadam mengambil air dari Sungai Brantas di sekitar Jalan Boldy yang berjarak sekitar 3 KM. Mobil terus berlalu lalang memecah kerumunan warga yang bergerombol di lokasi.

Proses pemadaman mengalami kesulitan karena tidak ditemukan hidran air di sekitar lokasi pasar. Proses pemadaman termakan waktu untuk mengambil, karena harus mengambil air yang lokasinya lumayan jauh.

"Hidran belum terpasang di sekitar pasar. PDAM harusnya menyediakan hidran. Ini (mobil) airnya habis, ditinggal mengambil air apinya mengepul lagi. Kendalanya itu, seharusnya ada hidran," kata Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji yang memantau pemadaman di lokasi, Rabu (25/5).

Hingga kini jumlah kios yang terbakar belum teridentifikasi secara pasti. Api membakar di dua blok di bagian pasar ikan dan aneka pakaian. "Kita belum bisa mengidentifikasi, informasinya 2 blok," kata Sutiaji.

Kebakaran Pasar Besar Malang 2016 Merdeka.com



Sementara itu, akibat kebakaran, para pemilik kios tampak panik berusaha menyelamatkan barang-barang dagangan. Sebisa mungkin mereka mengambil barang kendati para petugas berusaha menghalaunya.

Pemandangan terlihat di pintu utama sebelah utara. Sejumlah pedagang mengangkut barang-barangnya dengan segala kekuatan. Barang yang terbungkus karung-karung besar diangkut menuruni tangga. Begitu kotak-kota besar diangkut beberapa orang menuruni tangga.

Tampak juga warga melemparkan barang-barang dari balik jendela lantai 2. Sementara beberapa orang mengumpulkan di sisi pasar. Tampak juga seorang perempuan setengah baya yang datang histeris. Wajahnya panik dan menangis memohon agar bisa masuk mengambil barang. Para petugas berusaha menenangkan.

Kebakaran Pasar Besar Malang 2016 Merdeka.com



"Ya Allah, bagaimana toko saya, tidak apa-apa? Ya Allah gusti," kata Sarijah, pemilik toko busana di lantai 2 di TKP, Rabu (25/5).

"Kita berusaha untuk menghalau masyarakat untuk mempertimbangkan keamanan, sekaligus agar satu komando dalam proses pemadaman. Selain itu petugas agar tidak terganggu," kata Sutiaji. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini