Tahun ini, langit RI bebas dari Singapura dan Malaysia
Merdeka.com - Pemerintah RI mengaku terus berusaha membebaskan langit Indonesia dari 'kekuasaan' pengatur lalu lintas udara Malaysia dan Singapura. Beberapa langkah sudah dilakukan Kementerian Perhubungan dan berbagai instansi terkait.
"Ini ada Angkasa Pura I, Angkasa Pura II dan Dirjen Perhubungan Udara. Bagaimana nantinya ada single provider yang mengatur semua," ujar Jubir Kementerian Perhubungan, Bambang S Ervan kepada merdeka.com, Jumat (16/3).
Bambang menjelaskan sesuai amanat UU Penerbangan, setelah tiga tahun disahkan, maka Indonesia wajib memiliki pengatur lalu lintas udara atau Air Traffic System Provider (ATS) sendiri. UU itu diputuskan tahun 2009, jadi tahun 2012 akhir nanti seharusnya Indonesia sudah punya ATS dan tidak tergantung kepada Singapura lagi.
"Saat ini terus dibahas," katanya.
Menurut Bambang, sebagai sebuah negara berdaulat, seharusnya Indonesia mampu mengatur lalu lintas udaranya sendiri. Dengan demikian kedaulatan langit Indonesia bisa dijaga penuh.
"Jelas ini sangat mengganggu. Masa wilayah kita diatur. Kita terus memperjuangkan juga. Untuk memperjuangkan itu kita harus siap," ujarnya.
Dalam Keputusan Presiden nomor Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7 Tahun 1996 tentang Ratifikasi Perjanjian FIR (flight information region) dengan Singapura, diatur sistem navigasi timur di Indonesia dikuasai Singapura selama 15 tahun. Saat itu Indonesia belum mampu mengatur sistem navigasi udara di Indonesia Timur.
Isu soal kedaulatan wilayah udara Indonesia ini kembali mencuat setelah menteri BUMN Dahlan Iskan mencetuskan agar Indonesia memiliki sistem pengaturan lalu lintas udara sendiri. Dengan demikian Indonesia tidak perlu lagi bergantung pada Singapura.
"Indonesia di udara belum berdaulat penuh. Sekarang kontrolnya ada di negara tetangga, itu bukan salah negara tetangga," ungkap Dahlan di Jakarta, Kamis (15/3).
Menurutnya saat ini, sistem pengamanan udara di wilayah timur Indonesia seperti di Batam, Palembang, Medan, Pekanbaru, Pontianak, Bangka Belitung dikontrol oleh Singapura. Dahlan berinisiatif membuat sistem jasa layanan penerbangan agar Indonesia lebih berdaulat penuh di udara.
"Jadi tujuan utama single ATS ini memang membuat Indonesia berdaulat di udara" tegasnya. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya