Tahukah Anda? Komisi X DPR-RI Kunjungi 'Desa Cinta Statistik' di Manado, Soroti Akurasi Data dan KIP Kuliah
Komisi X DPR-RI meninjau langsung 'Desa Cinta Statistik' di Manado untuk memastikan validitas data. Kunjungan ini juga menyoroti peran KIP Kuliah bagi mahasiswa berprestasi.
Rombongan Komisi X DPR-RI baru-baru ini melaksanakan kunjungan kerja penting ke Sulawesi Utara, dengan fokus utama pada inisiatif akurasi data dan dukungan pendidikan. Salah satu agenda krusial adalah meninjau langsung "Desa Cinta Statistik" yang berlokasi di Kelurahan Dendengan Luar, Kota Manado.
Kunjungan ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi X, Maria Yohana Esti Wijayati, yang menegaskan komitmen DPR dalam memastikan validitas data di tingkat desa. Ia menjelaskan bahwa Desa Cinta Statistik merupakan program pendampingan dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Maria Yohana menambahkan bahwa data yang valid sangat esensial sebagai alat ukur dan penentu kebijakan pembangunan di masa depan. Selain itu, rombongan juga berkesempatan bertemu dengan dua mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, menunjukkan perhatian terhadap akses pendidikan.
Membangun Akurasi Data Melalui Desa Cinta Statistik
Inisiatif "Desa Cinta Statistik" menjadi sorotan utama dalam kunjungan Komisi X DPR-RI di Manado. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas dan validitas data di tingkat desa, sebuah langkah fundamental dalam perencanaan pembangunan nasional. Melalui pendampingan intensif dari Badan Pusat Statistik (BPS), desa-desa diharapkan mampu menyajikan data yang lebih presisi.
Wakil Ketua Komisi X, Maria Yohana Esti Wijayati, secara lugas menyatakan pentingnya program ini. "Kegiatan yang sudah kita lakukan di Sulawesi Utara ini, kami kemarin langsung mengunjungi Desa Cinta Statistik yang berada di wilayah Dendengan Luar," katanya, menyoroti urgensi data yang akurat. Program ini memungkinkan pemerintah daerah dan pusat untuk membuat keputusan yang lebih tepat sasaran.
Lebih lanjut, Maria Yohana menjelaskan bahwa "Desa Cinta Statistik adalah sebuah desa yang didampingi oleh BPS untuk bisa mendapatkan akurasi data yang sesuai dan yang diharapkan." Akurasi data ini tidak hanya penting untuk kepentingan statistik semata, tetapi juga sebagai fondasi bagi berbagai program kesejahteraan dan pembangunan ekonomi. Validitas data yang tinggi akan mengurangi risiko kesalahan dalam pengambilan kebijakan.
Dengan data yang akurat, potensi desa dapat tergambar lebih jelas, mulai dari potensi sumber daya alam, demografi, hingga kebutuhan masyarakat. "Validitas data itu bisa dipertanggungjawabkan dengan lebih baik dan menjadi sebuah alat untuk mengukur sekaligus untuk menentukan kebijakan ke depan," tegas Maria Yohana, menggarisbawahi peran strategis Desa Cinta Statistik.
Dukungan KIP Kuliah untuk Masa Depan Pendidikan
Selain meninjau program Desa Cinta Statistik, rombongan Komisi X DPR-RI juga menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Mereka berkesempatan bertemu langsung dengan dua mahasiswa penerima KIP Kuliah di Manado, memberikan motivasi dan dukungan moral.
Salah satu mahasiswa yang ditemui berasal dari keluarga single parent, yang sangat membutuhkan bantuan pendidikan ini. Maria Yohana Esti Wijayati mengungkapkan kekagumannya, "Alhamdulillah, kita lihat yang pertama datang dari keluarga single parent, ibunya, mamanya yang memang sangat membutuhkan bantuan itu. Kita melihat jajaran prestasi yang sudah dimiliki oleh anak tersebut." Kisah ini menjadi bukti nyata dampak positif KIP Kuliah.
Komisi X berharap, dengan dukungan KIP Kuliah dan lingkungan yang kondusif, para mahasiswa dapat menyelesaikan studinya dengan baik dan meraih cita-cita mereka. "Cita-citanya adalah menjadi pegawai di Kementerian Keuangan. Itu yang saya catat kemarin, semoga tercapai," ujar Maria Yohana, menunjukkan harapan besar terhadap masa depan generasi muda.
Mahasiswa kedua yang dikunjungi juga memiliki latar belakang keluarga yang membutuhkan, di mana ayahnya telah meninggal dunia. "Kita bertemu dengan warga yang papanya sudah meninggal, sehingga tinggal mamanya saja, dan dia tiga bersaudara. Puji Tuhan, Alhamdulillah anak tersebut mendapatkan KIP Kuliah mulai tahun ini," kata Maria Yohana. Bahkan, untuk mendukung perkuliahannya, mahasiswa tersebut juga menerima bantuan laptop dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, melengkapi fasilitas pendukung pendidikan mereka.
Sumber: AntaraNews