Tahanan Tewas Diduga Dianiaya, 6 Anggota Polresta Balikpapan Diperiksa Propam

Senin, 8 Februari 2021 15:29 Reporter : Saud Rosadi
Tahanan Tewas Diduga Dianiaya, 6 Anggota Polresta Balikpapan Diperiksa Propam Ilustrasi Penganiayaan Polisi. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Enam anggota Satreskrim Polresta Balikpapan diperiksa Bidang Propam Polda Kalimantan Timur. Keenamnya diperiksa Propam menyusul kematian Herman (39), tahanan kasus pencurian handphone yang diduga akibat tindak kekerasan.

Keterangan diperoleh merdeka.com, usai diamankan di Polresta Balikpapan, Herman diduga dipaksa mengaku pencurian HP yang dilakukannya, dengan cara tindak kekerasan.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi enggan berbicara banyak mengenai kasus dugaan pencurian dilakukan Herman. Turmudi hanya mengatasnamakan saat ini Propam Polda Kaltim tengah menelusuri kematian tahanan tersebut.

"Saya kira pengakuan itu tidak diperlukan lagi di pengadilan. Cuma bagaimana bisa terjadi seperti itu (korban hingga meninggal), kan sedang ditangani propam Polda Kaltim," kata Turmudi, dikonfirmasi merdeka.com, Senin (8/2).

Turmudi mengatakan, saat ini, yang bisa mengungkap dan menyampaikan hasil penyelidikan dugaan pelanggaran personel Polresta Balikpapan soal kematian Herman adalah Propam Polda Kaltim. Soal kasus dugaan pencurian HP dilakukan Herman, Turmudi menyebut personelnya mengantongi barang bukti.

"Terus dilakukan pengembangan, kemudian yang bersangkutan juga residivis tiga kali dengan kasus (pencurian) serupa," kata dia.

Turmudi menegaskan, saat ini, 6 personel Satreskrim Polresta Balikpapan yang diperiksa Bidang Propam Polda Kaltim. "Sementara masih 6 orang. Karena itu tim yang pada saat itu, melakukan penyelidikan di lapangan. Pemeriksaan propam tentang dugaan pelanggaran anggota," ungkap Turmudi.

Ditanya lebih jauh apakah ada rencana mengautopsi jenazah Herman, Turmudi menyerahkan kepada pihak keluarga. Dia menyebut bahwa pihak keluarga menolak korban diautopsi.

"Keluarganya tidak mau (korban) diautopsi. Keluarganya sudah menerima, bahwa ini dan kematiannya juga sudah menerima, dan menolak dilakukan autopsi. Jadi, apakah nanti autopsi, tergantung keluarganya," kata dia.

Dia menekankan hasil penyelidikan dilakukan Propam Polda Kaltim akan dibuka ke publik. "Ya, InsyaAllah. Nanti yang menyampaikan dari Propam, bukan dari Polres," kata dia.

Diketahui, Herman, terduga pelaku pencurian HP di Balikpapan, diamankan Polresta Balikpapan pada 2 Desember 2020 tanpa mengenakan baju. Korban meninggal sehari kemudian, 3 Desember 2020, Herman meninggal setelah sempat muntah-muntah, dalam perawatan RS Bhayangkara.

Kematian Herman mencuatkan keganjilan. Kasus itu oleh keluarga Herman dilaporkan ke Propam Polda Kaltim pada 5 Februari 2021 melalui LBH Samarinda, setelah menemukan adanya lebam dari paha sampai jari kaki, dan juga punggung. Serta, luka gores pada jenazah Herman. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini