Tabrak warung dan tewaskan warga, ABG pengendara Innova jadi tersangka

Senin, 19 Maret 2018 17:59 Reporter : Saud Rosadi
Tabrak warung dan tewaskan warga, ABG pengendara Innova jadi tersangka Innova tabrak warung di Samarinda. ©2018 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - AR (16), seorang pelajar di Samarinda, Kalimantan Timur, hari ini ditetapkan sebagai tersangka, setelah mobil Innova dikendarainya menabrak warung sembako dan menewaskan pemilik warung, Abdul La Tepu (44), dan melukai seorang warga lainnya. Meski begitu, polisi mengupayakan diversi terhadap AR.

Peristiwa itu terjadi Sabtu (17/3) malam lalu. AR mengemudikan mobil Kijang Innova bernomor polisi KT 1431 BL. Saat melintas dari Jalan Anggur menuju ke Jalan Delima, diduga dia kehilangan kontrol.

Akibatnya, mobilnya oleng, dan menabrak warung La Tepu. Tidak hanya itu, warga lainnya La Amu, yang sedang duduk di motor saat kejadian juga mengalami luka-luka usai diseruduk Innova yang dikemudikan AR.

"Ditetapkan jadi tersangka karena kelalaiannya," kata Wakil Kasat Lantas Polresta Samarinda AKP Dika Yosep Anggara, dikonfirmasi merdeka.com, Senin (19/3).

Dika menjelaskan, sementara ini korban luka La Amu, masih menjalani perawatan di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangannya oleh penyidik Satlantas. "Kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Meski tersangka, tidak kita tahan. Yang bersangkutan masih kita amankan, didampingi orangtuanya," ujar Dika.

Dika menggarisbawahi, meski lalai, polisi tetap mempertimbangkan untuk melakukan diversi terhadap AR, mengingat usianya masih di bawah umur, sebagaimana diatur dalam perundang-undangan. "Kita upayakan, kita usahakan diversi. Dia ini juga terlihat ketakutan setelah kejadian itu. Jadi, memang kita harus pahami karena dia anak di bawah umur," ungkap Dika.

Masih dijelaskan Dika, barang bukti mobil Innova yang dikemudikan AR, juga telah diamankan kepolisian. Mobil itu sendiri, sempat menjadi sasaran amarah warga pascakejadian.

"Yang jelas sampai sekarang kita masih lakukan pemeriksaan saksi-saksi. Termasuk korban luka tadi yang masih dirawat di rumah sakit, belum bisa kita mintai keterangan," demikian Dika.

Diketahui, sebagaimana diatur dalam pasal 1 dari Undang-undang No 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Anak, diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari prosss peradilan pidana, ke proses di luar peradilan pidana. Sementara, pasal 5 ayat 3 juga menegaskan bahwa dalam sistem peradilan pidana anak, wajib diupayakan diversi. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kecelakaan
  3. Samarinda
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini