KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Syamsu Djalal: Tentara banyak tantangan, polisi banyak tentengan

Senin, 1 April 2013 14:48 Reporter : Agib Tanjung

Merdeka.com - Kasus penembakan empat orang tahanan di Lapas Klas II Cebongan, Sleman, DIY diduga hanya sebuah rekayasa yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab, untuk menghancurkan TNI. Dugaan pelaku yang mengarah ke personel Kopassus juga dinilai tidak berdasar.

"Saya khawatir masyarakat akan menjadi semakin benci sama kita. Saya tegaskan, Kopassus itu satu peluru satu nyawa, enggak mungkin cuma berondong peluru untuk empat orang tanpa senjata," kata Mayjen (Purn) TNI AD Syamsu Djalal saat diskusi kasus penembakan di Cebongan, di Poenam Coffee, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (1/4).

Karena itu, Syamsu mendesak Polri segera mengungkap dan menangkap pelaku kasus penembakan tersebut. Dia menilai, kalau kasus ini semakin berlarut, maka satu-satunya pihak yang dirugikan adalah TNI.

"Polisi kerjanya sekarang apa dalam masalah ini? Kasusnya sampai mana sekarang? Jangan seakan-akan melimpahkan kita kepada masyarakat, bahwa ini tuduhan ke TNI semata," terangnya.

Sambil bercanda, Syamsu membandingkan kondisi TNI dengan Polri saat ini. Menurutnya, kondisi kedua instansi penjaga kemanan negara itu berbanding terbalik.

"Kalau TNI punya banyak tantangan, kalau Polri punya banyak tentengan," ungkapnya sambil tertawa.

Dugaan pelaku adalah anggota Kopassus juga dinilai prematur. Sebab, selain memiliki kemampuan satu peluru satu nyawa, prajurit Kopassus juga dilatih membunuh menggunakan tangan kosong.

"Saya yakin itu bukan Kopassus. Saya tambahkan lagi, pasukan khusus itu bisa membunuh tanpa senjata karena mereka bisa dilatih seperti itu," terangnya.

Baca juga:
Tanggapan Kapolri soal analisa 'Idjon Djanbi' di Facebook
Seperti apa tampang penyerbu Lapas Cebongan?
Polisi buat dua sketsa wajah penyerang Lapas Cebongan
Eks intelijen: Tugas intel sekarang tak semudah era Orde Baru

Topik berita Terkait:
  1. Penembakan Lapas

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.