Survei: Masyarakat Lebih Bersedia Disuntik Vaksin Merah Putih Ketimbang Nusantara

Minggu, 26 September 2021 19:14 Reporter : Supriatin
Survei: Masyarakat Lebih Bersedia Disuntik Vaksin Merah Putih Ketimbang Nusantara Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan masyarakat lebih bersedia menerima vaksin merah putih ketimbang vaksin nusantara. Temuan ini berdasarkan hasil survei pada 17 sampai 21 September 2021.

Hasil survei menunjukkan, 61,1 persen masyarakat bersedia menerima vaksin merah putih. Sementara masyarakat yang bersedia menerima vaksin nusantara hanya 58,4 persen.

"Tingkat kebersediaan menerima vaksin merah putih kalau sudah siap sedikit lebih tinggi dibandingkan mereka yang bersedia divaksin nusantara," ujar Burhanuddin, Minggu (26/9).

Tercatat ada 22,5 persen masyarakat yang tidak bersedia menerima vaksin merah putih. Angkanya sedikit lebih rendah dibanding masyarakat yang tidak bersedia menerima vaksin nusantara sebesar 23,6 persen.

Burhanuddin menyebut, banyak masyarakat yang tidak setuju pemerintah menyediakan vaksin berbayar untuk kelompok yang mampu dan bersedia membayar. Angkanya mencapai 44,2 persen.

Sementara masyarakat yang setuju pemerintah menyediakan vaksin berbayar untuk kelompok yang mampu dan bersedia membayar sebesar 30,1 persen, sangat setuju 1,2 persen, tidak setuju sama sekali 13,7 persen dan tidak tahu atau tidak jawab 10,8 persen.

Soal perlunya pemerintah menyediakan vaksin booster bagi kelompok yang mampu dan bersedia membayar, mayoritas masyarakat juga tidak setuju, angkanya mencapai 39,7 persen.

"Memang ada 33 persen yang setuju dengan vaksin berbayar buat booster tapi overall tidak setuju," kata dia.

Indikator Politik Indonesia melakukan survei evaluasi publik terhadap penanganan pandemi, pemulihan ekonomi dan demokrasi pada pertengahan September 2021. Sampel survei sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan pada Maret 2018 hingga Juni 2021.

Dari 1.200 responden, margin of error sekitar kurang lebih 2.9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi. Survei menggunakan telepon. [gil]

Baca juga:
Dubes AS Harap Penggunaan Vaksin Pfizer Percepat Penanggulangan Covid-19 di RI
WHO Tegaskan Para Pemimpin Negara untuk Kesetaraan Vaksin & Kesejahteraan Global
Tinjau Vaksinasi di Jakbar, Puan Minta Seluruh Warga Tetap Waspada Covid-19
Vaksinasi Covid-19 Tak Berkaitan dengan Stroke Pendarahan Otak
Di Ponpes Buntet, Pimpinan MPR Sebut Vaksinasi Upaya agar Aktivitas Kembali Normal
Antrean Warga Ikuti Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Depok

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini