Survei KPI: Infotainment dan sinetron tayangan tak berkualitas

Selasa, 11 Agustus 2015 13:12 Reporter : Marselinus Gual
Survei KPI: Infotainment dan sinetron tayangan tak berkualitas Ilustrasi menonton televisi. ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Dmitriy Karelin

Merdeka.com - Kualitas penyiaran Indonesia dalam bidang infotainment, variety show dan program sinetron masih tergolong rendah. Hal ini ditemukan dalam hasil survei indeks kualitas program siaran televisi periode kedua yang dilakukan secara bersama oleh Komisi Penyiaran Indonesia, Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) dan 9 Perguruan Tinggi di Indonesia.

"Kami coba mensurvei dengan tanpa maksud apa-apa hanya ingin agar kualitas penyiaran di tanah air semakin baik. Hasilnya, tiga fokus kita yakni infotainment (2,37), talk show (2,70) dan program sinetron (2,68) mempunyai indeks paling rendah," terang Komisioner Bidang Kelembagaan KPI Bekti Nugroho di Hotel The Akmani, Jl. Wahid Hasyim, Jakarta, Selasa (11/8).

Lanjut dia, secara umum ada 9 kategori program yang disurvei oleh KPI yakni program anak (2,87), komedi (3,3), wisata budaya (4,06), religi (4,13), talk show (3,60), variety show (2,70), infotainment (2,37), sinetron (2,68) dan berita (3,68). Dari 9 kategori ini, tiga program khusus (variety show, infotainment dan sinetron) masih di bawah standar indeks KPI.

Selain itu, dalam survei ini, KPI menetapkan standar kualitas penyiaran seperti yang ditetapkan dalam UU No. 32 tahun 2012 tentang penyiaran. Adapun indikator yang disurvei melingkupi identitas jati diri bangsa Indoensia yang bertakwa dan beriman, membentuk watak, menghormati keberagaman, dan menghormati kelompok tertentu. Selain itu, masih merujuk pada UU yang sama, indikator yang ditetapkan KPI adalah program tayangan tidak memuat kekerasan, tidak bermuatan seksual dan tidak bermuatan mistik, horor dan supranatural.

"Berdasarkan indikator yang merujuk pada aturan tersebut, hasilnya menunjukkan rendahnya kualitas dari ketiga program tersebut. Jauh dari standar kualitas baik yang ditetapkan KPI yakni angka indeks 4," lanjut dia.

Selain kategori kurang berkualitas, dari survei yang ada, KPI juga memperoleh ranking program siaran berkualitas menurut responden. Di urutan atas yang dinilai berkualitas adalah Program Kick Andy, kemudian menyusul Mata Nadjwa (Metro TV), Indonesian Lawyer Club (TV One), Maria Teguh Golden Ways (Metro TV), Hitam Putih, On the Spot (Trans 7), Liputan 6 Petang (SCTV), Islam Itu Indah (Trans TV), Ini Talk Show (Net TV), dan Khazanah (Trans TV).

Di sisi lain, dengan keluarnya hasil ini, Bekti berharap ada perbaikan dalam program penyiaran di Indonesia dan meminta masyarakat untuk selektif menonton program TV.

"Kami ingin agar publik tahu ada program yang berkualitas dan tidak berkualitas dan minta masyarakat agar secara selektif tonton. Kamu juga akan rekomendasi ke stasiun hal ini untuk perbaikan program mereka," pungkas dia.

Adapun survei ini menggunakan metode peer review assesment di mana respondennya merupakan para pemirsa ahli yang dipandang mengetahui mengenai program siaran TV dan bisa menilai program siaran TV. Survei ini dilakukan dari Mei-Juni 2015. [tyo]

Baca juga:
Genjot dana masuk pasar modal, BEI bakal bikin stasiun TV
Nilai belanja iklan televisi selama Ramadan tembus Rp 7 triliun

KPI sebut acara komedi tak bermutu nodai bulan suci Ramadan

Gugatan KIDP soal kepemilikan TV dan digitalisasi ditolak PN Pusat

Tayangkan kekerasan pada program Ramadan, 4 stasiun TV disemprit KPI

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini