Survei Indikator: Masyarakat Lihat Ada Persaingan Kelompok di Internal Polri

Minggu, 27 November 2022 19:05 Reporter : Ahda Bayhaqi
Survei Indikator: Masyarakat Lihat Ada Persaingan Kelompok di Internal Polri Penampakan Irjen Teddy Minahasa Pakai Kemeja Tahanan dan Tangan Diborgol. ©2022 Merdeka.com/Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, mayoritas publik percaya ada persaingan antar kelompok dalam internal Polri. Hal ini berdasarkan terbongkarnya kasus penangkapan Irjen Teddy Minahasa dalam kasus peredaran narkoba.

Dari 39 persen responden yang tahu terkait kasus Teddy Minahasa, sebanyak 58,8 persen percaya bahwa ada persaingan antar kelompok di tubuh Polri. Sementara yang tidak setuju sebesar 28,2 persen.

Sementara yang tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 13 persen.

"Mayoritas dari yang tahu juga setuju bahwa terbongkarnya kasus ini menunjukkan adanya persaingan antar kelompok dalam tubuh Polri yang tidak sehat, 58,8 persen,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi saat rilis survei, Minggu (27/11).

Responden juga ditanyakan terkait pemilihan Teddy sebagai Kapolda Jawa Timur menggantikan Irjen Nico Afinta sebelum kasus terbongkar.

2 dari 2 halaman

Sebanyak 64,7 persen responden menjawab bahwa terbongkarnya kasus Teddy menunjukan Kapolri tidak pandang bulu menindak anggota kepolisian yang melanggar.

Sedangkan, 26,9 persen menilai, penangkapan Teddy menunjukan Kapolri tidak cakap menentukan figur untuk Kapolda Jawa Timur.

Survei juga merekam opini publik terhadap isu persaingan antar jenderal di tubuh Polri. Sebanyak 37,3 persen setuju sedang terjadi persaingan antar jenderal.

Sedangkan 32,5 persen tidak setuju. Namun, ada 30,2 persen responden yang tidak tahu atau tidak jawab.

Indikator menggelar survei pada 30 Oktober sampai 5 November 2022. Survei menggunakan metode penarikan sample multistage random sampling dengan jumlah responden 1.220 orang. Survei memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. [rnd]

Baca juga:
Jadi Buronan Kasus Gagal Ginjal Akut, Bos CV Samudra Chemical Dicekal ke Luar Negeri
Selamat! Iptu Hafiz Akbar Lulus S2 di Luar Negeri, Ini Potret Wisuda Ada Eks Kasau
Nyanyian Sambo dan Hendra soal Ismail Bolong Bikin Kapolri Turun Tangan
Polri Kerahkan Drone Deteksi Desa Terisolir Akibat Gempa Cianjur
Pusdokkes Polri Siapkan Dua Ruang Operasi Tangani Korban Gempa Cianjur
Kasus Tambang Ilegal, Polisi Ancam Panggil Paksa Ismail Bolong

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini