Survei: 46,8 Persen Pelecehan Seksual Terjadi di Transportasi Umum

Rabu, 27 November 2019 13:54 Reporter : Tri Yuniwati Lestari
Survei: 46,8 Persen Pelecehan Seksual Terjadi di Transportasi Umum komnas perempuan rilis survei pelecehan seksual. ©2019 Merdeka.com/tri yuniwati

Merdeka.com - Pelecehan seksual masih kerap terjadi di berbagai ruang publik. Baik di transportasi publik, maupun jalan umum, wanita masih sering menjadi korban pelecehan.

Komnas Perempuan dan Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA) mengklaim transportasi publik di Indonesia masih sangat rentan menjadi ruang untuk terjadi pelecehan.

Hal ini tampak dari hasil survei yang dilakukan Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA) pada 2018. Survei menemukan 3 dari 5 perempuan dan 1 dari 10 laki-laki pernah mengalami pelecehan di ruang publik.

Survei yang diikuti 62.224 responden ini juga mengungkap fakta bahwa perempuan 13 kali lebih rentan mengalami pelecehan di ruang publik dibandingkan laki-laki.

"Dari analisis data survei, KRPA menemukan sebanyak 46,80 persen responden mengaku pernah mengalami pelecehan seksual di transportasi umum, menjadikan transportasi umum (15,77 persen) sebagai lokasi kedua tertinggi terjadinya pelecehan, setelah jalanan umum (28,22 persen)," ucap Rastra, Relawan Lentera Sintas Indonesia, di Komnas Perempuan, Jakarta, Rabu (27/11).

1 dari 2 halaman

Pelecehan Kerap Terjadi di Jam Sibuk

Di tempat yang sama, Co-director Hollaback Jakarta Anindya Restuviani, mengatakan, ruang publik yang ramai bukan berarti seseorang bisa terhindar dari pelecehan seksual. Bahkan Vivi menambahkan, pelecehan seksual yang terjadi di transportasi umum kerap terjadi di siang hari dan pada jam sibuk.

"Karena ya namanya orang jahat, ya tetap saja jahat mau dimanapun dia berada. Kadang malah banyak orang-orang yang menyalahkan korbannya dan malah melakukan victim blaming terhadap korban," ucap Vivi.

Vivi mengajak untuk para pengguna transportasi umum untuk berani menyuarakan kekerasan seksual. Selain itu, dari data survei KRPA pelecehan yang sering terjadi di transportasi umum datang dalam bentuk verbal, fisik dan non fisik.

2 dari 2 halaman

Jenis Pelecehan Seksual

Dari hasil survei, ada sembilan belas pelecehan seksual yang kerap terjadi di transportasi umum. Mulai dari pelecehan verbal seperti siulan/suitan, suara kecupan, komentar atas tubuh, komentar seksual yang gamblang, komentar seksis, komentar rasis, main mata.

Termasuk foto secara diam-diam, diintip, diklakson, gestur vulgar, dipertontonkan masturbasi publik, diperlihatkan kelamin, didekati dengan agresif secara terus menerus diikuti/dikuntit, hingga disentuh, diraba, dan digesek dengan alat kelamin.

"Penting untuk masyarakat tahu beragam bentuk pelecehan ini agar lebih dapat mengidentifikasi sehingga kemudian dapat membantu mengintervensi ketika pelecehan terjadi," tambah Rastra. [rnd]

Baca juga:
Buruh Proyek Taman di Samarinda Hamili Anak Tiri
Modus Main Sunat-sunatan, Pedagang Cabuli 3 Bocah di Cengkareng
Naik Motor, Buruh Bangunan Remas Payudara Wanita
Diimingi Keripik, Bocah di Sumsel Jadi Korban Pencabulan
Pemuda di Buleleng Ditangkap usai Mencabuli Bocah di Kamar Mandi Rumah
Ayah di Dumai Tega Cabuli Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini