Hot Issue

Surat 'Sakti' Bebas Covid-19 untuk Kelabui Petugas

Sabtu, 16 Mei 2020 06:36 Reporter : Tim Merdeka
Surat 'Sakti' Bebas Covid-19 untuk Kelabui Petugas Tersangka penjual surat kesehatan covid-19. ©2020 Istimewa

Merdeka.com - Pemerintah perlahan mulai menata kembali kehidupan rakyatnya di tengah Pandemi. Moda transportasi yang sebelumnya dibekukan, tidak ada perjalanan kini dibuka kembali.

Dengan catatan, calon penumpang harus mengantongi surat sehat bebas Covid-19 yang dikeluarkan rumah sakit rujukan jika hendak bepergian.

Rupanya, aturan tersebut malah membuka celah pelaku kejahatan. Di Bali, ada saja siasat pelaku kejahatan membuat surat sehat bebas Covid-19 palsu. Dengan bermodal Rp1.000, pelaku menjual surat abal-abal itu hingga Rp300.000.

Total ada 7 tersangka yang ditangkap. Mereka terbagi dalam dua komplotan, yakni yang beroperasi di pasar Gilimanuk dan area Pelabuhan Gilimanuk. Targetnya, penumpang yang hendak keluar Bali melalui jalur tersebut.

tersangka penjual surat kesehatan covid di situs penjualan online

©2020 Istimewa

1 dari 7 halaman

Pelaku Ferdinan tepergok Bagi-Bagi Surat Palsu ke Penumpang Travel

Tiga pelaku, Ferdinand Marianus Nahak (35), Putu Bagus Setya Pratama (20) dan Surya Wira Hadi Pratama (30) menawarkan surat kesehatan Covid-19 palsu tersebut di Pasar Gilimanuk.

Malah, saat ditangkap pelaku Ferdinan tepergok polisi tengah membagi-bagikan surat palsu itu kepada para penumpang mobil travel DK 8888 AAA, Kamis (15/5) pukul 14.40 Wita.

Penangkapan berawal saat polisi menerima informasi adanya transaksi penjualan surat kesehatan palsu di depan Pasar Gilimanuk, Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, Rabu (13/5) sekira pukul 24.00 Wita.

Setelah menangkap Ferdinad, menyusul pelaku Putu Bagus dan Surya Wira diamankan.

2 dari 7 halaman

Ide Awal Buat Surat Palsu, Dijual Rp 25.000 per-lembar

Ide awal pembuatan surat palsu tersebut bermula dari pelaku Putu Bagus Setia Pratama yang membawa blanko kesehatan ke percetakan miliknya untuk diedit. Namun, pelaku Surya Wira Hadi Pratama menawarkan blanko surat kesehatan yang telah dia buat sendiri di komputer miliknya dan disepakati untuk diperbanyak oleh pelaku Putu Bagus Setia Pratama yang akan diberikan kepada pelaku Ferdinand Marianus Nahak.

"Dan kemudian dijual seharga Rp25.000 per-surat kepada para penumpang mobil travel," imbuh Syamsi.

Syamsi juga menyampaikan, selain menjual kepada para penumpang mobil travel Manik Mas NoPol. DK 8888 AAA, dijual juga kepada saksi bernama Muhamad Rois yang merupakan pengendara sepeda motor seharga Rp100.000. Kemudian, untuk biaya pencetakan surat keterangan kesehatan yang diperoleh pelaku Surya Wira Hadi Pratama seharga Rp1.000 perlembar.

"Modus pelaku memanfaatkan SE nomor 04 Tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan dengan penanganan covid-19, membuat dan menjual surat keterangan kesehatan palsu dan dijual kepada para pengguna Pelabuhan Gilimanuk," ujar Syamsi.

3 dari 7 halaman

Peran Para Pelaku

-Ferdinand Marianus Nahak berperan mengisi identitas para penumpang atau saksi dan menandatangani surat dalam blangko dengan nama Dokter Dr. Aulia Marlina.

-Putu Bagus Setya Pratama berperan menyuruh memperbanyak blanko surat keterangan sehat palsu tersebut.

-Surya Wira Hadi Pratama berperan menawarkan adanya blanko kesehatan kosong dan memperbanyak surat keterangan sehat palsu.

4 dari 7 halaman

4 Tukang Ojek Ditangkap Setelah Viral

Kemudian, di area Pelabuhan Gilimanuk juga dibekuk 4 tukang ojek. Keempatnya, menawarkan surat sehat bebas Covid-19.

Para pelaku, Widodo (38), Ivan Aditya (35) Roni Firmansyah (25) dan Putu Endra Ariawan (31). Keempat pelaku ini berprofesi sebagai tukang ojek di kawasan Gilimanuk, Bali.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Syamsi mengatakan, para komplotan ini, dibekuk pada Kamis (14/5) sekitar pukul 13.00 Wita di Pelabuhan Gilimanuk, Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.

Tertangkapnya para komplotan ini, berawal dari viralnya di media sosial tentang adanya pelaku penyedia surat kesehatan palsu untuk para penumpang atau penggunaan di Pelabuhan Gilimanuk yang akan menyebrang dengan kisaran harga antara Rp100.000 hingga Rp300.000.

Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut dimana kejadian tersebut terjadi pada Selasa (12/5) sekitar pukul 20.00 Wita dimana saksi Bernama M. Muslimah dan Abdurahman hendak menyebrang di Pelabuhan Gilimanuk dan para pelaku menjual keterangan surat kesehatan palsu tersebut.

Selanjutnya, pada Kamis (14/5) sekitar pukul 14.00 Wita setelah melakukan penyelidikan dan mendapat keterangan dari para saksi bahwa yang menjual surat keterangan sehat yang palsu adalah para komplotan tersebut dan berhasil diamankan.

5 dari 7 halaman

Pelaku Memfotocopy Surat

Pelaku Ivan dan Roni mengaku mendapat surat tersebut dari Widodo. Mereka membeli seharga Rp25.000 per lembar, kemudian difotocopy. Setelah itu baru dijual dengan harga Rp100.000 per lembar.

Kemudian, dari keterangan pelaku Widodo mengakui mendapatkan blanko surat kesehatan dengan cara dapat memungut di depan Minimarket SWT Gilimanuk dan memperbanyak dengan cara memfotokopi bersama pelaku Putu Endra Ariawan dan berhasil menjual 10 lembar dengan harga Rp50.000 per lembar ke para pengguna Pelabuhan Gilimanuk dan menjual kepada pelaku Ivan Aditya sebanyak tiga lembar seharga Rp25.000 per-lembar.

6 dari 7 halaman

Peran Para Tukang Ojek

-Widodo dan Putu Endra Ariawan berperan membuat blanko surat kesehatan atau memperbanyak blanko surat keterangan kesehatan palsu dan menjualnya.

-Ivan Adity dan Roni Firmansyah berperan bersama dengan membeli blanko surat kesehatan atau memperbanyak blanko surat keterangan kesehatan palsu dan menjualnya.

Para komplotan ini dijerat Pasal 263 atau 268 KUHP tentang membuat surat palsu atau membuat surat keterangan dokter yang palsu dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

"Kepada masyarakat untuk lebih teliti dan cek kebenaran akan validasi sebuah informasi kepada lembaga atau instansi yang sah dan terpercaya agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain," ujar Syamsi.

7 dari 7 halaman

Barang Bukti yang Diamankan

Kemudian, untuk barang bukti yang diamankan lima lembar surat keterangan dokter atau kesehatan yang sudah diisi data lengkap beserta tanda tangan yang dibubuhkan oleh pelaku Ferdinand Marianus Nahak atas nama para penumpang dengan uang tunai Rp 200.000.

Selanjutnya, enam embar blanko surat keterangan dokter atau kesehatan yang berisi nomor register dan identitas perorangan, namun belum berisi identitas dan tanda tangan di atas stampel Dr, Aulia Marlina, satu buah pulpen merk faster, dua unit handphone masing-masing Samsung A10 warna biru dan Oppo F11 warna biru, F1 perangkat komputer yaitu monitor merk HP L1906i, CPU merk tomico dan printer merk epson L210. [rhm]

Baca juga:
Polisi sebut Kasus Surat Sehat Corona Belum Tuntas: Kasus Sama, Pelaku Beda
Polri Perketat Pemeriksaan Surat Sehat Bebas Covid-19 di Pos Penyekatan
Polri Masih Selidiki Temuan Surat Sehat Covic-19 Dijual di Tokopedia
Anggota DPR Minta Polisi Usut Praktik Jual Beli Surat Sehat Covid-19
Pelaku Tawarkan Surat Sehat Bebas Covid-19 ke Penumpang Hendak Tinggalkan Bali

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini