Surat edaran Kemendikbud bagi siswa penganut kepercayaan di sekolah

Kamis, 16 Maret 2017 15:08 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Surat edaran Kemendikbud bagi siswa penganut kepercayaan di sekolah UNBK SMP. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Siswa SMA dan SMK atau sederajat akan menghadapi ujian nasional dan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) pada April 2017 mendatang. Secara khusus, Kemendikbud mengeluarkan surat edaran bagi para siswa yang menganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.

Surat edaran yang diterima merdeka.com, Kamis (16/3), edaran itu bernomor 03/9/SE/PD/2017, yang dikeluarkan pada 16 Februari 2017. Kemendikbud menetapkan, sekolah wajib menyediakan ujian kepada siswa penganut kepercayaan. Jika tak ada guru yang kompeten, maka sekolah bisa menyediakannya dari pihak luar.

Surat ini diteken langsung oleh Dirjen Pendidikan dasar dan menengah Hamid Muhammad.

surat edaran kemendikbud bagi siswa penganut kepercayaan

surat edaran kemendikbud bagi siswa penganut kepercayaan ©2017 Merdeka.com/kemendikbud

Berikut isi surat edaran tersebut :

Dengan hormat, kami sampaikan bahwa dalam rangka pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, maka bagi siswa penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa diberikan layanan khusus dalam bentuk ujian sekolah yang dilaksanakan dengan mengacu pada Pedoman Implementasi Layanan Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa pada satuan pendidikan.

Apabila di sekolah tidak terdapat guru yang kompeten mengampu pelajaran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, maka ujian dilakukan oleh Pembina atau Pimpinan Organisasi Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa setempat atau yang ditunjuk. Format rapor dan ijazah bagi siswa tersebut mengikuti pedoman yang dikeluarkan oleh direktorat pembina yang sesuai.

Peraturan terkait pendidikan kepercayaan ini juga diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 27 Tahun 2016 tentang Layanan Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam Pasal 2 permen tersebut dijelaskan bahwa peserta didik mendapat pendidikan agama melalui pendidikan kepercayaan sesuai dengan kepercayaan yang mereka anut.

Berikut isi Pasal 2:

1. Peserta didik memenuhi pendidikan agama melalui Pendidikan Kepercayaan dengan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai kurikulum.

2. Muatan Pendidikan Kepercayaan wajib memiliki kompetensi inti dan kompetensi dasar, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, buku teks pelajaran, dan pendidik.

3. Kompetensi inti dan kompetensi dasar sebagaimana dimaksud ayat 2 disusun oleh Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan diajukan kepada Kementerian dan ditetapkan. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini