Surat dari Ende, Sukarno Rindu Priangan Seperti Taman Eden

Kamis, 15 November 2018 05:39 Reporter : Jayanti
Surat dari Ende, Sukarno Rindu Priangan Seperti Taman Eden pameran surat pendiri bangsa. ©2018 Merdeka.com/Jayanti

Merdeka.com - "Cuaca di sini mulai menjadi tidak ramah. Setiap hari terasa kemarau. Apakah kamu pernah mengalami temperatur dari 95 derajat F?" tulis Sukarno.

Penggalan itu adalah surat Sukarno kepada Samuel Koperberg. Sam merupakan sekretaris Java Instituut dan salah satu tokoh dalam kepengurusan Indische Sociaal-Democratishe Partij (ISDP, sempalan ISDV). Surat itu dikirim Sukarno dari tempat pembuangannya di Ende. Surat itu dipamerkan dalam pameran surat pendiri bangsa oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Sejarah di Museum Nasional, Jakarta.

Selama empat tahun terhitung sejak 1934 hingga 1938, Sukarno diasingkan Pemerintah kolonial Belanda. Salah satunya di kota tepi pantai yang terletak di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam surat 27 September 1935 itu, Sukarno mengungkapkan kondisi di tempat pembuangannya. Dia merindukan Priangan.

"Andai saja saya bisa merasakan iklim Priangan yang begitu enak lagi. Benar-benar seperti taman eden, Priangan itu. Istriku dan Omi, biarpun panas, tahan dengan teguh," kata Sukarno.

Dalam surat itu Sukarno meminta maaf kepada Sam. Karena tidak dapat menuliskan riwayat HOS Tjokroaminoto yang wafat pada 17 Desember 1934. Tjokroaminoto merupakan mentor politik sekaligus bapak kos Sukarno semasa bersekolah di Surabaya.

"Saya tidak berani untuk menulis sebelum catatan tentang Tjokro selesai. Tetapi lihatlah, ini ada 25 hal yang mungkin berharga buatmu. Saya merasa malu karena untuk 25 hal yang kecil ini, saya lewatkan setengah tahun karena... malas," ucapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini