Surabaya Zona Oranye, Wali Kota Minta Warga Tak Takbir Keliling dan Salat Id di Rumah

Senin, 10 Mei 2021 04:04 Reporter : Erwin Yohanes
Surabaya Zona Oranye, Wali Kota Minta Warga Tak Takbir Keliling dan Salat Id di Rumah Takbiran Warga Tanah Baru Bogor. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengeluarkan surat edaran (SE). Intinya meminta warga agar melaksanakan salat Idulfitri di rumah serta tak melakukan takbir keliling.

Surat edaran Wali Kota menyusul adanya Surat Edaran (SE) dari pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag). Dalam SE Kemenag Nomor 07 Tahun 2021 Tanggal 6 Mei 2021 tersebut, mengharuskan Salat Idulfitri di rumah bagi warga di daerah berstatus zona oranye. Sementara di Kota Surabaya sendiri masuk dalam zona oranye.

"Kami menjalankan instruksi dari Kementerian Agama. Zona merah dan zona oranye harus Salat Idulfitri di rumah. Untuk di Surabaya, Salat Idulfitri di rumah masing-masing," kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Minggu (9/5).

Eri telah membuat SE tentang panduan Salat Idulfitri 1442 Hijriah/2021 di saat pandemi Covid-19 di Kota Surabaya. Pada poin kedua SE Wali Kota Surabaya Nomor 443/4657/436.8.4/2021 tanggal 6 Mei 2021 tersebut, menjelaskan bahwa berdasarkan zonasi penyebaran Covid-19 pada situs Satgas Covid-19 Nasional, Kota Surabaya berada di zona oranye. Sehingga Salat Idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriah/2021 agar dilakukan di rumah masing-masing.

"Kami pastikan in-line dengan pemerintah pusat, kita jalankan. Kami langsung buat surat edaran kepada warga," katanya.

Pada poin ketiga SE Wali Kota Surabaya tersebut, dijelaskan bahwa silaturahmi saat Idulfitri hanya dilakukan bersama keluarga terdekat. Warga juga diimbau agar tidak melakukan open house atau halal bihalal di lingkungan kantor atau komunitas.

"Karena bukan apa-apa, ini untuk mencegah penyebaran Covid-19. Insya allah kita sudah sampaikan surat edaran ini kepada seluruh camat," ungkap Wali Kota Eri.

Maka dari itu, Wali Kota Eri memohon maaf kepada seluruh warga Surabaya karena pelaksanaan Salat Idulfitri tahun ini harus dilaksanakan di rumah masing-masing. Ini dilakukan semata-mata untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya.

"Karena Surabaya masih zona oranye, saya mohon maaf kepada warga Surabaya. Ayo kita Salat-nya di rumah masing-masing dulu," pesan dia.

Namun, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, bahwa pihaknya tidak melarang umat muslim melaksanakan ibadah Salat Idulfitri. Tapi, ada surat edaran dari pemerintah pusat yang menyatakan bahwa Salah Idulfitri tidak boleh dilaksanakan di masjid atau lapangan.

"Bukan kami melarang untuk beribadah. Tapi ini ada surat edaran yang menyatakan seperti itu. Kalau misal Salat Idulfitri bersama keluarga di halaman rumah itu ya tidak apa-apa," ucapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini