Suplai gula rafinasi buat hotel mewah, bos PT Nusa Indah jadi tersangka

Jumat, 15 Desember 2017 12:14 Reporter : Nur Habibie
Suplai gula rafinasi buat hotel mewah, bos PT Nusa Indah jadi tersangka Ilustrasi gudang gula rafinasi disegel polisi. ©2017 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri, telah menetapkan Direktur PT Nusa Indah, ES sebagai tersangka. Dirinya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus digaan penyimpangan distribusi gula Rafinasi ke sejumlah hotel mewah dan kafe.

"Penetapan tsk (tersangka) ES selaku Direktur PT. Nusa Indah," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (15/12).

Lebih lanjut, Agung menyebut bahwa PT Crown Pratama (CP) mendapatkan suplai gula rafinasi dari PT Nusa Indah yang nanti diedarkan ke beberapa hotel mewah dan kafe di Indonesia. Semestinya, gula rafinasi hanya digunakan sebagai kebutuhan industri.

"PT Crown Pratama yang diketahui bahwa merupakan perusahaan pengemasan," ujarnya.

Atas perbuatannya ES dijerat dengan Pasal 110 Undang-Undang Perdagangan atau Pasal 142 junto Pasal 39 Undang-Undang Pangan dan Pasal 62 Undang-Undang Konsumen.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri telah menetapkan Direktur PT CP yaitu dengan inisial BB sebagai tersangka. BB ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan penyimpangan distribusi gula rafinas.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Brigjen Pol Agung Setya mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan proses penyidikan terhadap penyimpangan distribusi gula rafinas. Dan pada hari ini Kamis (2/11), pihaknya telah melakukan gelar perkara dan ditetapkanlah BB sebagai tersangka atas kasus ini.

"Penyidik telah menemukan setidaknya 2 alat bukti dalam gelar perkara, dan menetapkan sodara BB sebagai pihak yang patut dimintai pertanggungjawaban akan tindak pidana tersebut," kata Agung melalui keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (2/11).

Dalam proses penyidikan ini, telah dilakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi ahli dan penyitaan dokumen terkait legalitas perusahaan serta dokumen penjualan dan pembelian gula rafinasi.

"Sodara BB merupakan direktur utama PT CP yang beralamat di Kelurahan Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat," ujarnya.

Lebih lanjut, Agung menerangkan bahwa pada tanggal 13 Oktober 2017, telah dilakukan penggeledahan oleh penyidik terhadap PT CP. Dari hasil penggeledahan itu, telah ditemukan aktifitas pengemasan gula rafinasi dalam bentuk saset yang kemudian dijual oleh tersangka ke hotel dan kafe mewah untuk keperluan konsumsi.

"Dalam penggeledahan tersebut penyidik menyita 20 sak Gula Kristal Rafinasi 50 Kg, 82.500 sachet gula rafinasi siap konsumsi. Selain itu juga ditemukan bungkus kosong kemasan saset dengan merek hotel dan kafe," jelasnya. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Gula
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini