Sunu, berpaling dari yang fana demi akhirat

Minggu, 5 Juni 2016 11:02 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Sunu, berpaling dari yang fana demi akhirat Sunu Matta Band. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - 'O..o.. Kamu ketahuan, pacaran lagi.
Dengan dirinya, teman baikku'

Sepenggal bait lagu itu mungkin masih terdengar tidak asing di telinga Anda. Tembang bertajuk 'Ketahuan' dinyanyikan kelompok musik Matta Band sempat bercokol di tangga lagu Indonesia beberapa waktu lalu.

Sang vokalis, Sunu, langsung tenar. Lagu itu membuat dia berada di puncak popularitas. Tembang yang ringan itu saban hari diputar di stasiun televisi dan radio.

Meski demikian, Sunu mengakui ketenaran justru menyeretnya kepada hal negatif. Berada di lingkungan dunia hiburan membikin lelaki dengan model rambut belah tengah itu melakukan hal dilarang dalam agamanya.

"Mulai dari hiburan malam dan ke arah maksiat lainnya," kata pemilik nama lengkap Sunu Hermaen kepada merdeka.com, saat ditemui di salah satu pesantren di kawasan Cilaja Girang, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/6) lalu.

Meski tenar, ternyata di dalam batin Sunu merasa gelisah. Dia lantas menyadari nikmat dunia hanya sesaat, sedangkan yang kekal itu akhirat. Pada satu ketika, sekitar 2009, Sunu mulai diajak ke masjid. Dia merasa suasana masjid berada di kawasan Antapani, Kota Bandung, itu membawa ketenangan pada dirinya.

Seiring waktu, lantaran kerap berada di lingkungan religius, perlahan Sunu mulai menjauh dari ingar bingar dunia hiburan. Pada akhirnya, Sunu mulai belajar agama dari buku dan mendengarkan ceramah.

"Saya benar-benar mendapatkan kenyamanan di sini," ujar Sunu.

Dengan pengetahuan agama dimiliki, meski dirasa masih dangkal, kini saban beraktivitas Sunu berusaha tidak lepas dari dakwah. Karena hal itulah dilakukan Nabi Muhammad S.A.W., selaku idolanya sekarang. Dakwah Muhammad S.A.W., beserta para sahabatnya bermaksud menyampaikan kebenaran ajaran Islam, beserta aturan di dalamnya kepada seluruh umat di dunia.

"Nah, agama itu foto kopi, ajarannya sama, tidak ada yang berbeda di zaman Nabi Muhammad S.A.W., dengan sekarang. Sehingga apa yang saya jalankan paling tidak ingin sama dengan apa yang dilakukan," ucap Sunu.

Sunu kini punya kegemaran lain di samping bermusik, yakni itikaf dan berdakwah. Seperti dilakukannya di pesantren milik salah satu gurunya. Merdeka.com berkesempatan melihat langsung Sunu berdakwah di hadapan ratusan jamaah. Memiliki latar pernah tersohor di panggung musik, dakwah Sunu membawa jamaah tidak jenuh.

Sesekali lelucon atau penggalan lagu disisipkan, sehingga membuat jamaah datang merasa terhibur tanpa mengurangi nilai-nilai dakwah. Sunu menyampaikan tuntunan dalam norma kehidupan sehari-hari.

Dia menyatakan, adab dibutuhkan sebagai tuntunan kehidupan supaya setiap hari diridhoi Allah S.W.T. Dia khawatir jika Allah 'memanggil' umatnya sedang dalam kondisi tidak beradab.

"Orang yang tidak memakai adab itu, orang yang sehari-harinya makan tinggal makan, tidur tinggal tidur. Sekarang mah pake adab, baca doanya. Biar enggak jadi orang biadab," ucap Sunu saat berceramah.

Sunu mengaku mengakui, setelah bertaubat dan mendalami agama justru membawa berkah. Dia sudah pernah melancong ke beberapa negara. Dengan bekal ilmu agama, dia memberanikan diri berdakwah ke hingga mancanegara.

"Karena ilmu itu memang harus diamalkan. Saya berdakwah ke Pakistan, Thailand, India, dan Malaysia. Karena dengan berdakwah itu juga sekaligus kita belajar. Ilmu saya masih sangat rendah. Saya masih ingin terus belajar," tambah Sunu.

Sunu menambahkan, dengan jalan hidup dipilih ternyata tidak membuat dia kehilangan mata pencaharian. Sebab, rezeki sudah dijamin Allah S.W.T. Sunu yang memang berlatar belakang musikus masih bisa melantunkan tembang bersama sejawatnya. Mereka dulunya sama-sama berada di jalur hiburan. Yaitu Ray Nineball dan Derry Sulaiman. Mereka juga meluncurkan single lagu berjudul 'Dunia Hanya Sementara'.

"Saya masih bernyanyi dengan Ray. Matta juga tidak bubar, hanya vakum dulu sementara. Sekarang saya juga bisnis gamis dengan Sunu Collection. Jadi jika tujuan kita akhirat, dunia juga akan mengikuti. Kalau ngikutin dunia, tidak akan pernah ada habisnya. Manusia mah dikasih dua lembah emas, pasti akan mencarinya lembah emas yang ketiga. Mau sampai kapan kita begini?" tutup Sunu. [ary]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini