\'Sunat itu sakitnya seperti digigit semut\'
Merdeka.com - Sunat itu sakitnya seperti digigit semut. Seperti itulah kata-kata rayuan yang diucapkan orangtua agar anaknya mau disunat. Kata mujarab itu cukup mempan untuk Farhan (10).
Sembari dibelai orangtuanya, Farhan dengan tenang menghadapi tangan dokter yang cekatan menggunting sebagian kulit kelaminnya.
Tapi rayuan seperti itu tidak mempan untuk Gilang (8). Sifa, ibunya sudah sejak lama merayunya, tapi dia bergeming. Gilang hanya menatap sedih melihat teman-temannya sembari sesekali meminta pulang.
"Ibu sakit, pokoknya nggak mau, maunya pulang," ucapnya merajuk dan menangis.
Berbeda dengan teman-temannya, Bayu (9). Bocah gempal ini harus dipegangi delapan orang dewasa karena terus meraung-raung, menangis dan berteriak kesakitan saat dibedah.
"Sakit... Udahan,selesai selesai!" teriaknya.
Dokter dari Palang Merah Indonesia dan beberapa stafnya pun perlu ekstra keras menyelesaikan pembedahan terhadap Bayu.
Hari ini kurang lebih 500-an anak-anak dari kaum duafa, yatim piatu dan anak jalanan bisa dikhitan gratis. Selain dikhitan, mereka juga mendapat uang, alat sekolah, tas, baju koko dan sarung.
Acara yang terangkum dalam Harlah Fatyat Nahdlatul Ulama (NU) ini diselenggarakan atas kerjasama PT Pegadaian dan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya