Sumatera Selatan Jadi Pasar Peredaran Sex Toys dan Rokok Ilegal

Kamis, 5 Desember 2019 07:03 Reporter : Merdeka
Sumatera Selatan Jadi Pasar Peredaran Sex Toys dan Rokok Ilegal Sumsel Jadi Pasar Peredaran Sex Toys dan Rokok Ilegal. ©2019 Merdeka.com/Liputan6.com

Merdeka.com - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tidak hanya dikenal sebagai salah satu pasar narkoba di Indonesia. Namun kini juga sudah masuk dalam pasar peredaran rokok ilegal dan sex toys.

Sepanjang tahun 2019, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Wilayah Bagian Timur (Sumbagtim) mengungkap peredaran 8,5 juta batang rokok ilegal. Selain itu juga diamankan 136 unit sex toy yang berbentuk seperti alat berbentuk kelamin laki-laki, vibrator, boneka seks dan lainnya.

Kakanwil DJBC Sumbagtim, Dwijo Muryono mengatakan, kondisi geografis wilayah Sumsel yang berhadapan langsung dengan laut membuat pengiriman rokok ilegal lebih sulit terlacak. Terlebih banyak spot pelabuhan tikus yang digunakan dan jarang terpantau.

Kondisi geografis ini, membuat Sumbagtim menjadi tujuan utama peredaran rokok ilegal di Indonesia. Bahkan total penyebaran rokok ilegal di wilayah Sumbagtim ini sudah mencapai 17 juta batang.

"Rokok itu ada yang impor, ada juga pabrikan lokal. Provinsi Sumsel hanya jadi tempat pemasaran dan distribusi. Kami selalu memburu dengan melakukan operasi gempur rokok ilegal dan operasi bersinar berantas sindikat narkotika," ujarnya, saat menggelar pemusnahan barang ilegal di Kantor Bea Cukai Palembang, Rabu (4/12).

1 dari 2 halaman

Selain rokok ilegal dan sex toy, pemusnahan terhadap Barang Milik Negara (BMN) dan Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai (BTD) lainnya yaitu 14.431 botol minuman keras (miras) yang mengandung Etil Alkohol (MMEA), 109 pcs alat kesehatan.

Lalu, 264 botol HPTL, 36 unit anak panah, 97 Kg tembakau iris, 12 helai pakaian, 14 unit airsoft gun dan sparepart senjata tajam serta 3 unit kosmetik.

Masuknya seluruh barang ilegal tersebut merugikan negara hingga Rp3,6 miliar. Barang-barang yang disita dan dimusnahkan tersebut, merupakan produk terlarang dan dibatasi untuk beredar di wilayah hukum Indonesia.Serta masuk hasil sitaan dari berbagai macam instansi pengiriman.

2 dari 2 halaman

Barang Jualan E-Commerce

"Untuk liquid yang mengandung marijuana, masih diuji di laboratorium. Kebanyakan pengiriman barang-barang ini berasal dari Cina," ucapnya.

Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Iwan Gunawan mengungkapkan, barang ilegal yang masuk di Sumsel ini, juga didominasi barang kiriman E-commerce. Sehingga tahun depan akan ada kegiatan sosialisasi E-commerce.

"Jadi apa yang dijual harus sudah didaftarkan. Aturannya harus diberi tahu. Frekuensi E-commerce ini kita akui meningkat, banyak masyarakat malas belanja dan menggunakan online," ucapnya.

Untuk mengatasi masuknya kembali barang-barang ilegal ini, harus ada kerjasama dari seluruh jajaran mulai dari Lanal, Airud, Bea Cukai Sumsel, serta Dinas Perhubungan Sumsel dan Kabupaten/Kota agar semua dapat diberantas.

"Pintu masuknya dari Singapura, ini pasti ada jaringan. Kalau sering masuk barang ilegal, tentu dampaknya apa, bahannya, kadarnya apa. Barang ilegal ini sudah pasti dijual di bawah harga pasar. Tidak ada jaminan. Pabrik resmi juga tersaingi," ungkapnya.

Reporter: Nefri Inge
Sumber: Liputan6.com [fik]

Baca juga:
Kapal Patroli Bea Cukai Ditabrak Saat Bongkar Penyelundupan Minuman Alkohol
Bea Cukai: Investigasi Garuda Indonesia Bawa Harley Davidson Ilegal Rampung Dua Hari
Garuda Indonesia Angkut Harley Ilegal, Bea Cukai Diminta Perbaiki Aspek Intelijen
Data BPS: 50 Kota di Indonesia Sudah Naikkan Harga Rokok, Tertinggi di Sibolga
Masyarakat Diminta Tak Beli Rokok Elektrik Tanpa Pita Cukai

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini