Sumsel Dikepung Asap Kebakaran Hutan, Gubernur Herman Deru Malah ke Malaysia

Senin, 23 September 2019 14:03 Reporter : Irwanto
Sumsel Dikepung Asap Kebakaran Hutan, Gubernur Herman Deru Malah ke Malaysia Gubernur Sumsel Herman Deru. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Baru sepekan melarang seluruh bupati dan wali kota dinas keluar daerah, Gubernur Sumsel Herman Deru justru melakukan kunjungan ke Malaysia. Bahkan, sebelumnya Deru mengklaim membatalkan kunjungannya ke Korea Selatan dan Rumania karena ingin mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap.

Berdasarkan agenda Pemprov Sumsel, Deru menghadiri beberapa agenda di Malaysia hari ini. Pada pukul 09.00 waktu Malaysia, Deru dilantik sebagai Sekretariat Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia yang digelar di Banquet Hall Platinum, Aras 1 Hotel Imperial Heritage Malaka.

Pukul 11.00 waktu Malaysia, Gubernur Sumsel berkunjung ke Tuan Yang Terutama Tun Datuk Seri Utama Mohd Khalil Bin Yaakob di kantor Tuan Yang Terutama Negeri Malaka. Lalu pukul 11.45 waktu Malaysia, Deru berkunjung ke Yang Amat Berhormat (YAB) Tuan Adly Bin Zahan, Ketua Menteri Malaka.

Terakhir pukul 15.30 waktu Malaysia, Deru melakukan peninjauan Rumah Indonesia Taman Mini Malaysia dan Asean Kota Ayer Keroh, Malaka.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya membenarkan informasi itu. Menurut dia, saat ini Herman Deru telah berada di Malaysia.

"Ya, tapi bukan keluar negeri. Cuma undangan dari pada Melayu, Raja Kelantan," ungkap Nawardi, Senin (23/9).

Dia mengatakan, Herman Deru berkunjung ke negara tetangga itu atas undangan Raja Kelantan dalam rangka agenda Paguyuban Dunia Melayu. Terlebih Herman Deru merupakan Ketua Sekretariat Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia.

"Beliau ketua DMDI Indonesia," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Herman Deru melarang seluruh kepala daerah di Sumsel meninggalkan tempat atau wilayahnya masing-masing selama karhutla masih terjadi. Kepala daerah harus terjun ke lapangan memantau setiap titik api dan menanggulanginya.

"Sudah saya instruksikan, bupati, wali kota, camat hingga ke kades, harus tetap standby memantau fire spot di wilayahnya masing-masing. Jangan ada yang meninggalkan tempat jika tidak ada kepentingan yang sangat prinsip," kata Deru, Senin (16/9).

Deru juga mengaku membatalkan kunjungannya ke Korea Selatan dan Rumania karena ingin fokus menangani karhutla.

"Saya batalkan (kunjungan keluar negeri) karena ini bicara tanggung jawab bukan karena ancaman," tegasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini