Sultan tegaskan gubernur DIY tidak harus laki-laki

Rabu, 1 April 2015 22:03 Reporter : Kresna
Sultan tegaskan gubernur DIY tidak harus laki-laki Sri Sultan Hamengkubuwono X . Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa jabatan gubernur DIY tidak harus diisi oleh laki-laki. Polemik soal jenis kelamin gubernur DIY pun berakhir setelah Perda Keistimewaan disahkan beberapa waktu lalu.

Menurutnya pasal 18 ayat 1 huruf M Undang Undang Keistimewaan (UUK) yang sama dengan Perda tentang tata cara pengisian jabatan, pelantikan, kedudukan, tugas dan wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Pasal 3 ayat 1 huruf M tidak ada permasalahan.

Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa Calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur adalah WNI yang harus memenuhi syarat: menyerahkan daftar riwayat hidup yang memuat antara lain; riwayat pendidikan, pekerjaan, saudara kandung, istri, dan anak.

Syarat harus membuat riwayat hidup yang memuat nama istri, selama ini diartikan bahwa seorang gubernur harus laki-laki karena yang memiliki istri hanya laki-laki.

"Itu kan ada kalimat antara lain. Kalau antara lain itu artinya belum semua. Masih bisa di tambah, katanya di Kompleks Kepatihan, Rabu (1/4).

Sementara itu terkait dengan siapa calon penggantinya sebagai Raja Keraton Yogyakarta, dia mengatakan saat ini belum waktunya untuk membicarakannya. Dia hanya menegaskan bahwa semua itu sudah dia jelaskan pada saat Sabdotomo.

"Enggak, belum. Persoalannya kan bukan laki-laki atau perempuan. Sabdotomo kan sudah jelas. Belum waktunya membicarakan suksesi," tandasnya. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Sri Sultan Hamengkubuwono X
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini